Pemerintah Percepat Pemulihan Sekolah Pasca Bencana Banjir Aceh

Pemerintah Percepat Pemulihan Sekolah Pasca Bencana Banjir Aceh

Aceh Tamiang|BidikIndonesia.com –  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan bagi siswa di wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung hari pertama masuk sekolah semester genap di SMAN 4 Kejuruan Muda Aceh Tamiang, Senin (5/1/2025).

Abdul Mu’ti mengatakan kehadirannya di Aceh Tamiang merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga semangat dan motivasi belajar anak-anak meski kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih. Ia mengakui proses pembelajaran masih berlangsung dalam keterbatasan karena upaya tanggap darurat, pembersihan, dan perbaikan kerusakan masih terus dilakukan.

“Prinsipnya, semua anak kita usahakan tetap bisa belajar. Tidak harus selalu di sekolah asal, bisa di sekolah lain, di tenda, atau nantinya di sekolah darurat yang akan kita bangun dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Abdul Mu’ti.

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan 18 tenda pembelajaran yang sudah terpasang, serta ruang kelas darurat untuk sekolah-sekolah yang diperkirakan tidak dapat digunakan dalam jangka waktu lama.

Untuk sekolah yang dapat kembali beroperasi dalam waktu hingga tiga bulan, tenda akan digunakan, sementara untuk kerusakan lebih dari enam bulan akan dibangun ruang kelas darurat.

Bacaan Lainnya

“Kami juga menyalurkan sekitar 2.000 paket bantuan sekolah secara simbolis, termasuk perlengkapan belajar dan seragam seperlunya, agar anak-anak bisa belajar dengan lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamudin, menyampaikan bahwa sekitar 90 persen sekolah di Aceh telah kembali beroperasi. Namun, masih terdapat sejumlah sekolah yang mengalami kendala, terutama di wilayah pedalaman yang kembali terdampak banjir susulan.

“Yang terpenting saat ini adalah kehadiran anak-anak di sekolah sebagai bagian dari sekolah sosial, agar mereka dapat berinteraksi dengan guru dan teman-temannya untuk mengurangi trauma sebagai penyintas bencana,” kata Murthalamudin.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran darurat, termasuk kebijakan tidak mewajibkan penggunaan seragam sekolah agar siswa tetap termotivasi untuk hadir dan mengikuti kegiatan belajar.

Terkait sarana prasarana, Murthalamudin menyebutkan bahwa perbaikan meja dan kursi sekolah ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua minggu. Proses perbaikan melibatkan kerja sama dengan SMK bidang furnitur di Aceh Tamiang serta dukungan dari berbagai organisasi masyarakat dan lembaga swadaya.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan lumpur di lingkungan sekolah. Hingga kini, sekitar 10 unit alat berat telah didatangkan dan difokuskan di wilayah Aceh Tamiang agar sekolah dapat segera dimanfaatkan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *