Dituduh Potong Dana Bantuan Baitul Mal Aceh di Seunuddon, Asrawani Angkat Bicara: Itu Utang Piutang Baju

Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Asrawani, seorang guru di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, secara tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pemotongan dana bantuan modal usaha dari Baitul Mal Aceh.

Ia menyatakan bahwa pemberitaan miring yang beredar di beberapa media online tentang dirinya adalah tidak benar sama sekali.Kepada awak media, Asrawani menjelaskan bahwa selain berprofesi sebagai tenaga pendidik, ia juga memiliki usaha sampingan berjualan pakaian untuk menopang ekonominya.

Selama ini, beberapa warga setempat kerap mengambil baju darinya dengan sistem utang yang dibayarkan saat musim panen tiba.”Ada beberapa masyarakat yang kadang mengambil baju dari saya dan dibayar ketika panen tiba. Kadang mereka membayarnya ketika panen padi ataupun panen udang di tempatnya,” ujar Asrawani memberikan klarifikasi.

Menurut Asrawani, secara kebetulan, sejumlah warga yang memiliki utang dagangan kepadanya tercatat sebagai penerima manfaat bantuan modal usaha dari Baitul Mal Aceh. Setelah dana bantuan tersebut cair, para warga ini menggunakan sisa uang bantuan modal usaha mereka untuk melunasi utang baju yang telah lama diambil dari Asrawani.

Ia mengaku sangat terkejut dan dirugikan dengan adanya narasi sepihak di media sosial dan media online yang menuduhnya melakukan pemotongan dana bantuan secara ilegal atau pungutan liar.

Bacaan Lainnya

Asrawani menegaskan bahwa transaksi uang yang terjadi antara dirinya dan warga murni merupakan penyelesaian kewajiban utang piutang dagang, bukan pemotongan dana bantuan Baitul Mal.”Saya terkejut mendengar adanya pemberitaan miring yang menuduh saya telah memotong dana bantuan modal usaha Baitul Mal Aceh. Padahal itu murni uang pembayaran utang baju mereka kepada saya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *