Banda Aceh|BidikIndonesia.com – PLN menghadirkan fasilitas Pusat Pemulihan Bencana atau Disaster Recovery Center (DRC) di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh guna meningkatkan keandalan pelayanan kepada masyarakat saat krisis.
“Fasilitas ini untuk antisipasi agar kita bisa memulihkan sistem secepat-cepatnya demi melayani masyarakat,” kata Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri di Banda Aceh.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela meresmikan fasilitas Pusat Pemulihan Bencana (Disaster Recovery Center / DRC) di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh.
Peresmian tersebut ditandai dengan unjuk kesiapan belasan armada tempur kelistrikan dan turut dihadiri anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), M. Dirhamsyah.
Direktur Distribusi PLN tersebut memaparkan bahwa DRC dirancang terintegrasi agar cepat tanggap terhadap laporan warga seperti terjadi gangguan, kebakaran, atau banjir, informasi dari warga akan langsung ter-generate dan diteruskan kepada petugas-petugas kita yang tersebar.
Menurut kehadiran fasilitas tersebut petugas akan lebih mudah mengetahui di mana ada bencana, dan akan lebih cepat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Dalam kesempatan tersebut, General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra menambahkan bahwa dalam menghadapi setiap krisis kelistrikan, hal utama yang langsung di ke depankan adalah meninjau langsung ke lokasi kejadian guna memastikan eksekusi pemulihan berjalan maksimal di garis depan.
“Setiap penanganan di lapangan diiringi dengan proses komunikasi, pelaporan, dan evaluasi pasca sebagai wujud komitmen perbaikan berkelanjutan dari PLN UID Aceh,” katanya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dirhamsyah menilai sistem yang terintegrasi sangat diperlukan dalam kondisi krisis.
“Inisiatif pembangunan Disaster Recovery Center ini merupakan upaya sejalan dengan pilar ketangguhan bencana nasional. Keberadaan pusat komando yang memadukan data risiko, kesiapan armada, dan teknologi secara langsung akan mempercepat masa tanggap darurat kelistrikan,” katanya.

