Ikuti Diklat Pelayaran, Ratusan Warga Nelayan Pidie Jaya

BidikIndonesia.com, Pidie Jaya – Ratusan masyarakat nelayan di pesisir wilayah Kabupaten Pidie Jaya, mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), di berupa Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 Mil tanpa dipungut biaya alias gratis, berlangsung selama tiga hari di Aula Bappeda Pidie Jaya, Rabu-Sabu, 25-29/06/2024.

Program yang dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan RI, khususnya kepada Poltekpel Malahayati Aceh dan KSOP Malahayati, bekerja sama dengan Dinsos Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Kegiatan dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Pidie Jaya, Jailani Beuramat. Turut dihadiri H. Ruslan Daud (HRD) Anggota DPR RI Komisi V, Kepala Dinsos, Agus Maidy dan Kabag Prokopim Pidie Jaya.

Bacaan Lainnya

Pj Bupati Pidie Jaya, dalam sambutannya menyampaikan, Diklat BST KLM dan SKK 30 mil adalah Pelatihan dasar-dasar keselamatan untuk antisipasi akan adanya hal bahaya di atas kapal dan untuk mewujudkan tenaga kerja profesional di bidang pelayaran.

Setiap nelayan diwajibkan menjalani program pengenalan dan pelatihan dasar keselamatan, meliputi; pengetahuan dasar menghadapi kebakaran, pertolongan pertama tingkat dasar, teknik mempertahankan hidup dan keselamatan pribadi, serta tanggung jawab sosial.

“Pemkab Pidie Jaya berharap, dengan adanya pelatihan ini para nelayan atau pelaut kiranya dapat menyadari serta memahami akan bahaya bekerja di laut (kapal) dan juga dapat merespons dengan tepat dalam keadaan darurat,” kata Jailani.

Disamping itu Pj Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan RI khususnya kepada Poltekpel Malahayati Aceh dan KSOP Malahayati beserta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan acara pada hari ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, sehingga tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dapat tercapai, mengingat, Diklat BST yang dilaksanakan hari ini sangat penting untuk diikuti dengan baik dan serius,” ujar Pj.

Azhariyadi, selaku Ketua Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Arfia merupakan mitra kerja sama kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan dengan peserta sekitar 500 orang warga pesisir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

“Kegiatan ini akan diadakan selama 4 hari sampai hari Sabtu, 29 Juni 2024. Masing-masing tiga hari di ruangan dan 1 hari di lapangan (praktek langsung),” Ari, yang juga Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Dinas Sosial Pidie Jaya.[satupena]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *