Ikatan Alumni ITS Aceh Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Banjir dan Longsor

Muhammad Haikal, perwakilan IKA ITS Aceh, menyalurkan bantuan logistik di Lanud Sultan Iskandar Muda pada Selasa (2/12/2025) Desember sebelum diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tengah.

Banda Aceh, Bidik Indonesia Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Aceh menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan alumni yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada Kamis (4/12/2025). Penyaluran ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan IKA ITS Aceh Peduli yang dibentuk untuk merespons bencana besar yang terjadi di berbagai daerah sejak akhir November.

Penggalangan donasi dimulai pada 30 November 2025 dan berhasil menjangkau jejaring alumni ITS di Aceh, berbagai provinsi di Indonesia, hingga luar negeri. Dalam waktu lima hari, total dana yang terkumpul mencapai Rp68.050.201. Dari jumlah tersebut, Rp48.544.000 telah disalurkan, sementara Rp19.506.201 akan disalurkan pada tahap berikutnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Pada tahap awal, distribusi bantuan difokuskan di empat wilayah terdampak paling parah, yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Tengah, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Di Pidie Jaya, bantuan berupa satu ton beras disalurkan melalui kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggunakan kendaraan 4×4 untuk menjangkau daerah pelosok. Di Kota Langsa dan Aceh Tamiang, distribusi sembako dan kebutuhan bayi dilakukan langsung oleh para alumni yang berdomisili di wilayah tersebut.

Selain itu, donasi IKA ITS Aceh juga disalurkan dengan fokus utama kepada masyarakat umum dan para alumni yang terdampak. Untuk wilayah Aceh Tengah, bantuan dikirim melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan TNI lewat Lanud Sultan Iskandar Muda. Bantuan berupa 30 karung beras, 30 kotak mi instan, 6 dus minyak goreng, dan 3 dus sarden disalurkan ke kawasan Jagong Jeget, daerah yang dikenal sangat terisolir dan masih minim perhatian.

Bacaan Lainnya

“Kami memilih fokus ke Jagong Jeget karena banyak warga belum terjangkau bantuan. Koordinasi dengan BNPB di Lanud SIM memastikan distribusi tepat sasaran,” tambah Haikal.

Perjalanan Tim IKA ITS Aceh menuju beberapa lokasi, termasuk Aceh Tamiang, diakui tidak mudah. Akibat rusaknya infrastruktur dan kondisi jalan yang berat, perjalanan ini memakan waktu 2-3 jam, jauh lebih lama dari waktu normal 45 menit.

“Bantuan yang kami bawa bukan hanya beras dan minyak goreng, tapi juga perlengkapan anak, pampers, dan pakaian untuk ibu-ibu. Ini kebutuhan dasar yang sering terlewat,” jelas Muhammad Haikal, panitia pelaksana IKA ITS Aceh Peduli.

Selain masyarakat umum, bantuan juga diberikan kepada 12 alumni ITS terdampak di lima kabupaten/kota serta satu lembaga pendidikan, Dayah Ummul Ayman. Ketua IKA ITS Aceh, Prof. Marwan, melalui panitia menyampaikan harapannya agar kehadiran bantuan ini dapat benar-benar dirasakan oleh para penyintas.

“Kami berharap kehadiran bantuan ini dapat meringankan duka bagi mereka yang terdampak, khususnya di waktu-waktu krusial saat ini untuk meminimalkan korban,” ujar Prof. Marwan. “Semoga kita dapat segera pulih, bangkit, dan belajar dari kejadian bencana alam ini.” [mia]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *