Anggota POM TNI meninggal dunia saat pengejaran bandar narkoba di Aceh

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menyampaikan duka cita atas meninggal dunia seorang anggota POM TNI AD saat membantu polisi menghadang bandar narkoba di Kabupaten Bireuen.

Kepala Bidang Humas Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Bireuen, Minggu, mengatakan insiden tersebut terjadi di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen.

“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha. saat membantu polisi menghadang bandar narkoba di depan SPBU Juli,” katanya.

Joko Krisdiyanto mengatakan almarhum Pratu Galuh Nugraha telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba.

Perwira menengah Polda Aceh itu menjelaskan peristiwa tersebut bermula dari operasi penangkapan terhadap empat terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Bacaan Lainnya

Dari operasi itu, satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob diamankan. Sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

Dalam proses pengejaran, kata Joko Krisdiyanto, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Dalam situasi tersebut, peluru rekoset atau memantul mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan.

“Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Korban akhirnya anggota POM TNI. Kapolda Aceh telah berkoordinasi secara intensif dengan Pangdam IM beserta jajarannya, Danpuspomad serta Danpomdam IM,” katanya.

Sejak kejadian, kata dia, koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal guna memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara kedua institusi.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh, dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran TNI,” katanya.

Joko Krisdiyanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara,” kata Joko Krisdiyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *