Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh dan Dinas Pertanahan Aceh guna memperkuat tata kelola perkebunan di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia di Banda Aceh, Jumat, mengatakan penguatan tata kelola tersebut merupakan transformasi dalam memulihkan sektor perkebunan dan pertanian pascabencana hidrometeorologi di Aceh pada akhir November 2025.
“Kerja sama dengan BPN Aceh dan Dinas Pertanahan Aceh ini merupakan sinergi dalam memperkuat tata kelola bentang alam untuk perkebunan dan pertanian berkelanjutan,” katanya.
Menurut dia, kerja sama menjadi momentum penting bagi masa depan Aceh. Penguatan tata kelola bentang alam ini untuk memulihkan kehancuran infrastruktur perkebunan, khususnya sawit serta mitigasi produktivitas petani yang terdampak bencana.
Sektor perkebunan, terutama sawit, dengan luas mencapai 470,8 ribu hektare atau 10 persen luas Provinsi Aceh. Perkebunan sawit tersebut menghasilkan minyak sawit mentah atau CPO mencapai 966 ribu ton.
Kerja sama tersebut diarahkan kepada implementasi Peraturan Gubernur Aceh tentang rencana induk pertumbuhan hijau Aceh 2025-2045, Peta Jalan Kelapa Sawit Berkelanjutan Aceh 2023-2045, serta Instruksi Gubernur Aceh tentang percepatan surat tanda daftar budi daya pekebun (STDB).
“Penerbitan STDB dapat ditempuh dengan verifikasi lahan petani dari sertifikat hak milik. STDB ini sebagai alas legal kebun dan usaha petani. Dengan adanya STDB ini, penyelesaian konflik lahan dapat lebih terukur sejalan dengan reformasi agraria,” katanya.
Ia mengatakan dengan penguatan tata kelola tersebut dapat mencegah alih fungsi lahan secara ilegal, baik untuk perkebunan maupun lainnya seperti tambang ilegal. Serta adanya penertiban lahan konsesi terbengkalai guna didorong masuk dalam program reforma agraria.
“Kami berharap penguatan ini membangun kembali tata kelola perkebunan dan bentang alam Aceh yang lebih baik lagi, sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Azanuddin Kurnia.
