Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Pidie, Provinsi Aceh, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah memberikan pendampingan kepada koperasi desa merah putih (KDMP) di daerah itu dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.
“Kami terus memberikan pendampingan kepada KDMP dalam menjalankan serta pengembangan usaha,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop UKM) Kabupaten Pidie Cut Afrianidar yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga memberikan pendampingan kepada pendamping koperasi yang direkrut Kementerian Koperasi. Termasuk meningkatkan sumber daya manusia dalam mengelola koperasi desa merah putih tersebut.
Menurut dia, pendampingan tersebut penting agar para pengurus memahami tata kelola koperasi yang baik, mulai dari penyusunan administrasi, pelaksanaan rapat anggota, hingga pengembangan unit usaha yang sesuai dengan regulasi.
“Dalam memberikan pendampingan tersebut, kami menyediakan Klinik KDMP. Klinik ini merupakan inovasi Disperdagkop UKM Kabupaten Pidie dalam mendukung program koperasi desa merah putih,” katanya.
Cut Afrianidar mengatakan di Kabupaten Pidie sudah terbentuk sebanyak 730 KDMP atau satu desa satu koperasi yang tersebar 23 kecamatan. Jenis usaha yang akan dijalankan beragam, baik perdagangan maupun simpan pinjam
“Namun, jenis usaha dijalankan KDMP di Kabupaten Pidie didominasi sektor simpan pinjam. Selain itu juga ada usaha pertanian, pengadaan kebutuhan harian masyarakat di masing-masing desa, serta lainnya, kata Cut Afrianidar.
Ia mengatakan belum semua KDMP di Kabupaten Pidie menjalan aktivitas usaha secara optimal. Dari ratusan koperasi yang telah terbentuk dan berbadan hukum tersebut , baru beberapa yang bergerak dan menjalankan usaha.
Koperasi yang sudah menjalankan usahanya di antaranya KDMP Mesjid Tungkop, Kecamatan Indralaya. Disperdagkop UKM berharap semua KDMP di Kabupaten Pidie dapat segera menjalankan kegiatan usahanya.
“Sedangkan kendala dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, di antaranya sumber daya manusia, permodalan, hingga manajemen usaha. Kami berupaya kendala-kendala tersebut segera dapat teratasi,” kata Cut Afrinidar.
