Demi Perubahan dan Perbaikan Aceh, Sejumlah Tokoh Pidie Sepakat Ingin Muhammad Nazar Maju Pada Pilkada 2024

Sejumlah komponen masyarakat yang terdiri dari mantan kombatan TNA, komponen partai politik, aktivis bersama tokoh masyarakat lokal Kabupaten Pidie menggelar pertemuan buka puasa bersama di salah satu caffe di kota Sigli, Pidie, Rabu (03/04/2024). (Foto : ist)
Sejumlah komponen masyarakat yang terdiri dari mantan kombatan TNA, komponen partai politik, aktivis bersama tokoh masyarakat lokal Kabupaten Pidie menggelar pertemuan buka puasa bersama di salah satu caffe di kota Sigli, Pidie, Rabu (03/04/2024). (Foto : ist)

PIDIE – Sejumlah komponen masyarakat yang terdiri dari mantan kombatan TNA, komponen partai politik, aktivis bersama tokoh masyarakat lokal Kabupaten Pidie sepakat dan menginginkan H. Muhammad Nazar maju sebagai calon Gubernur dalam kontestasi Pilkada Aceh tahun 2024 mendatang. Hal itu disepakati dalam pertemuan buka puasa bersama di salah satu caffe di kota Sigli, Pidie, Rabu (03/04/2024).

“Kami segenap komponen dan tokoh masyarakat lokal Pidie sangat menginginkan agar tokoh Aceh yang sudah pernah berpengalaman dan sukses dalam merintis pembangunan kembali Aceh paska konflik seperti H. Muhammad Nazar,” kata Iskandar Cagee sebagai perwakilan tokoh dalam pertemuan itu.

Menurutnya, selama bertahun-tahun Aceh mengalami kemunduran di bidang pembangunan Aceh di tengah banyaknya anggaran APBA dan APBN. Padahal dulu begitu usai konflik dan mulai memasuki perdamaian telah nampak rintisan berbagai terobosan pembangunan yang pro rakyat di bawah kepemimpinan Irwandi-Nazar waktu itu.

Bacaan Lainnya

“Dan dalam hal ini peran wakil Gubernur Muhammad Nazar, mulai dari ide dan program hingga pelaksanaan dan pengawasan pembangunan telah mulai memberi dampak kesejahteraan, bahkan nama dan nilai tawar Aceh sangat dihormati di tingkat nasional maupun internasional, karena Wagub Nazar dulu dikenal memilik ide inovatif, kemampuan kepemimpinan yang kuat dan juga berani mengarahkan dan mengerahkan dana pembangunan untuk kepentingan daerah dan rakyat,” ujar Is Cagee sapaan akrab Iskandar Cagee.

Is Cagee menjelaskan, waktu itu (masa kepemimpinan Irwandi-Nazar,-red) ada kesehatan gratis, pembangunan sektor kesehatan, beasiswa, program pendidikan yang masif, pembangunan infrastruktur dan perekonomian hingga sejumlah rintisan program kebudayaan dan agama.

“Demikian juga dalam mengembangkan hubungan daerah dan pusat serta partisipasi internasional untuk memperhatikan Aceh benar-benar terjadi. Hal tersebut, tentu terwujud karena kemampuan Gubernur dan Wagub sangat layak, tidak terkecuali dalam urusan kepemimpinan yang dimiliki oleh Wagub Nazar,” jelasnya.

Masih menurut Is Cagee, bahwa Muhammad Nazar juga memahami undang-undang sebagai tindak lanjut dari MoU helsinki dengan sangat baik, apalagi dirinya (Muhammad Nazar-red) juga terlibat dalam bahagian pembuat draft rancangan undang-undang begitu usai perdamaian.

“Jadi ia tidak buta dan tidak meraba-raba tentang aturan, kepemimpinan dan apa yang dibutuhkan oleh Aceh. Dirinya (Muhammad Nazar-red) juga berani, memiliki ideologi pembangunan Aceh untuk maju dan bukan memanfaatkan atau menikmati hasil perjuangan karena ia sendiri merupakan tokoh dan pimpinan utama perjuangan sipil selama konflik Aceh serta seorang tokoh aktifis dan intelektual yang telah berjasa bagi Aceh harus turun kembali memperbaiki Aceh,” imbuh Is Cagee.

Pihaknya menilai, kenyataan yang diakui berbagai pihak di Aceh hingga internasional, Muhammad Nazar memiliki multi talenta dalam kepemimpinan, keberanian, konsistensi serta keistiqamahan dan relasi kuat dengan banyak pihak di lokal Aceh, nasional dan internasional.

“Ini semua sangat menguntungkan Aceh. Intinya jika kita ingin memperbaiki Aceh, memajukan dan menyejahterakan Aceh, maka figur, talenta, pengalaman, ideologi dan keberanian Muhammad Nazar yang senantiasa pro pada Aceh dan rakyatnya maka beliau harus memimpin Aceh serta rakyat di seluruh Aceh harus mendukung dan mendorongnya untuk memimpin Aceh yang sedang terpuruk dalam 12 tahun terakhir,” tambahnya.

Is Cagee berharap, menuju pemilihan gubernur dan bupati walikota di Aceh yang akan datang, masyarakat tidak boleh lagi terbuai dengan ‘Haba Bangai’ maupun dengan sekedar atraksi yang membodohi dan tidak menyejahterakan.

“Dalam pemilu legislatif DPD dan DPRRI dan DPRA dan DPRK di Aceh yang baru saja usai, kita semua tahu dan melihat di depan mata hasil yang bermasalah dari pemilu dan masih melahirkan dominasi perwakilan rakyat yang tidak layak, karena berbagai kecurangan maupun atraksi yang tidak menyejahterakan,” paparnya.

Namun, kata Is Cagee, untuk pilkada di Aceh mendatang, baik Gubernur maupun Bupati dan Walikota harus menghargai kelayakan, talenta, kepemimpinan, pengalaman dan ideologi pembangunan yang akan menghadirkan kesejahteraan maupun kemajuan di Aceh.

“Dan untuk calon Gubernur Aceh mendatang, diantara nama-nama tokoh yang telah beredar, kami menilai Muhammad Nazar yang paling pantas. Demikian juga kami akan ikut menentukan sikap untuk bupati, setidaknya di daerah kami sendiri di Pidie,” ujarnya lagi.

Terakhir, Is Cagee menjelaskan, jika haji Muhammad Nazar tidak maju lewat partai politik maka pihaknya sudah siap bekerja untuk mendorong maju melalui jalur independen.

“Kami paham jika Muhammad Nazar itu maju bicaranya pasti bukan urusan gaya-gayaan tetapi memang super layak sebagai gubernur Aceh. Kita akan mendukung penuh dan melakukan apapun yang terbaik agar beliau (Muhammad Nazar-red) menang demi kepentingan Aceh,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *