Danrem Lilawangsa silaturahmi dengan Ketua MPU perkuat keamanan

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menyatakan TNI terus mempererat hubungan dengan para ulama serta tokoh masyarakat demi menjaga keamanan dan kedamaian di Aceh.

“Menjaga keamanan negara serta membangun daerah dengan situasi yang damai kondusif bukan hanya tugas TNI, melainkan tanggung jawab kita bersama,” kata Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Kolonel Teuku Mustafa saat bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Aceh Tgk Abubakar Ismail atau Abati Cunda, di Kota Lhokseumawe.

Kolonel Mustafa mengatakan, silaturahmi dengan ulama menjadi salah satu langkah penting dalam mengawali tugasnya sebagai Danrem 011/Lilawangsa.

Menurutnya, menghormati ulama dan memuliakan orang yang lebih tua merupakan nilai luhur yang harus terus dijaga. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan TNI dengan ulama serta tokoh agama di Aceh.

Bacaan Lainnya

“Ada satu fondasi akhlak yang tidak boleh runtuh, yaitu menghormati ulama. Dalam tradisi luhur dan ajaran agama, menghormati mereka bukan sekadar formalitas kesopanan, melainkan sebuah perilaku diri menuju keberkahan hidup,” ujarnya.

Ia menuturkan, nasihat, serta dukungan ulama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membantu prajurit TNI menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Dengan demikian, Korem 011/Lilawangsa beserta seluruh jajaran mampu menjaga kedaulatan NKRI, serta mempertahankan keamanan dan kenyamanan masyarakat di Aceh yang selama ini telah terjaga.

Perwira TNI putra asli Aceh ini menambahkan, menjaga keamanan dan perdamaian, serta membangun daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI. Melainkan, seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat.

“Ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur instansi, serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan mewujudkan Aceh yang lebih sejahtera,” katanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi maupun isu yang berpotensi memicu perselisihan di tengah masyarakat.

“Generasi muda merupakan harapan masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus menjaga persatuan, menjunjung nilai agama dan budaya, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan Aceh,” tegas Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal.

Sementara itu, Abati Cunda menyambut baik kunjungan Danrem dan Dandim Aceh Utara. Ia berharap hubungan baik antara ulama, umara, TNI, dan seluruh elemen masyarakat terus terpelihara.

“Ulama dan umara harus terus menjaga komunikasi dan kebersamaan. Dengan persatuan, Insya Allah berbagai persoalan dapat kita hadapi bersama,” katanya.

Abati mendukung terhadap upaya TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga ketentraman perdamaian dan keamanan di Aceh.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perlu menyikapi perbedaan dengan bijaksana serta memperkuat persaudaraan.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Kita membutuhkan kebersamaan untuk membangun masa depan putra-putri Aceh menjadi lebih baik,” demikian Abati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *