Calang|BidikIndonesia.com- Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya menyatakan stok pupuk bersubsidi berkurang di daerah setempat meski musim tanam baru dimulai, pemerintah kini sedang berkoordinasi dengan Manager Pupuk Indonesia guna mencari solusi terhadap masalah tersebut.
“Hasil monev kita kemarin di beberapa unit kios pupuk subsidi sudah mulai kosong di wilayah kita, meskipun ada stok namun sudah sangat menipis,” kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Aceh Jaya Aisyah di Aceh Jaya.
Aisyah mengatakan, realokasi pupuk subsidi di Aceh Jaya tahun ini sebanyak 6.468 ton, terdiri dari pupuk urea 1.800 ton, NPK 2.168 dan pupuk organik 2.500 ton. Tetapi, stok di penjual sudah sangat langka.
“Rata-rata yang paling banyak ditebus adalah NPK dan Urea sedangkan penggunaan pupuk organik di wilayah kita memang masih sangat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, kekosongan pupuk ini membuat petani khawatir, mengingat Aceh Jaya sedang memasuki musim tanam. Jika pupuk tidak tersedia, maka dapat mempengaruhi hasil produktivitas mereka.
“Memang sangat berpengaruh jika tidak ada pupuk, mengingat pupuk jadi salah satu asupan yang sangat dibutuhkan oleh padi,” kata Aisyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Manajer Pupuk Indonesia Wilayah Aceh terkait kekurangan pupuk tersebut.
“Kita sudah mengabarkan kepada pihak Manager Pupuk Indonesia terkait kekurangan tersebut, dan disampaikan dalam minggu ini akan mengakomodir kekosongan ini,” katanya.
Dirinya berharap, pihak manajemen Pupuk Indonesia segera mengalokasikan kebutuhan tersebut, mengingat petani di Aceh Jaya sedang dalam masa penanaman.
“Harapan kita segera terpenuhi, agar kebutuhan petani tidak terkendala, sehingga produksi juga akan meningkat lagi nantinya,” demikian Dailami.


