Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil mengimbau warga di daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sangat lebat yang dipicu kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala.
“Peningkatan kewaspadaan ini tidak terlepas tindak lanjut dari peringatan BMKG dan BNPB terkait potensi peningkatan intensitas hujan di Aceh Utara dan Sumatera,” kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan, masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir dan tanah longsor agar meningkatkan kesiapsiagaan.
Menurut dia, pengalaman banjir besar yang melanda Aceh Utara dan sejumlah wilayah Aceh pada November 2025 harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Hujan berintensitas tinggi berpotensi meningkatkan risiko bencana, terutama bagi masyarakat bermukim di bantaran sungai, dataran rendah serta kawasan perbukitan,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar menghindari lokasi berisiko saat cuaca buruk, dengan tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi angin kencang atau petir, serta mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai dan nelayan untuk memantau informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melaut.
Ia menambahkan, Bupati Aceh Utara juga telah meminta jajaran terkait hingga tingkat gampong untuk meningkatkan pemantauan kondisi di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan indikasi ancaman bencana kepada aparatur gampong dan Posko BPBD Aceh Utara agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Pak Bupati meminta agar masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta instansi berwenang dan terus menjaga komunikasi dengan aparatur gampong dan melakukan langkah penyelamatan apabila terdapat tanda-tanda ancaman bencana,” demikian Muntasir.


