Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh memperkuat sistem pengelolaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) sehingga distribusinya berjalan sesuai ketentuan.
“Penguatan tersebut juga bagian agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan keluarga berencana yang aman dan bermutu,” kata kepala DP3AP2KB, Tiara Sutari AR di Banda Aceh.
Ia menjelaskan, pihaknya juga terus memperkuat sinergi dengan semua pihak dalam pengelolaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) untuk memastikan produk yang digunakan masyarakat tetap aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan.
Pihaknya bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh juga terus memperkuat sinergi dalam pengelolaan Alokon.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Inspeksi Obat BBPOM Aceh, Naila yang menjadi narasumber memberikan pemahaman mengenai standar pengelolaan dan distribusi obat yang baik berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).
Ia menjelaskan, penguatan tata kelola Alokon mencakup sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan oleh petugas, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengawasan, hingga penanganan produk yang rusak atau kedaluwarsa.
Menurut dia, penguatan tata kelola Alokon tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada konsistensi penerapan standar di setiap tahapan pengelolaan.
“Koordinasi antara pemerintah daerah, BKKBN, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan BPOM menjadi faktor penting untuk memastikan produk ditangani dengan benar hingga digunakan oleh masyarakat,” katanya.
BBPOM Aceh terus mendorong peningkatan pemahaman petugas mengenai prinsip distribusi obat yang baik serta pentingnya pengawasan mutu produk.
Pihaknya juga berharap sinergi lintas sektor guna meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, dan mendukung keberlangsungan pelayanan keluarga berencana.
Pihaknya meyakini dengan pengelolaan yang baik dari hulu hingga hilir, kualitas produk dapat lebih terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat.


