Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran uang palsu dan pengendalian inflasi di daerah. Kerja sama ini disebut menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, dengan Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di Mapolda Aceh.
Kapolda Marzuki menyampaikan jika Polda Aceh berkomitmen mendukung kebijakan strategis pemerintah dan Bank Indonesia, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, pengendalian inflasi, serta stabilitas harga di masyarakat.
“Kestabilan ekonomi sangat bergantung pada situasi keamanan. Karena itu, kolaborasi antara BI dan Polri menjadi kunci menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” kata Marzuki.
Sementara Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, mendukung penuh langkah Polda Aceh yang aktif dalam pengamanan kegiatan ekonomi, termasuk distribusi uang, pengawasan terhadap potensi peredaran uang palsu, dan edukasi keuangan bagi masyarakat.
Dalam pertemuan itu, BI dan Polda juga membahas tantangan ekonomi Aceh ke depan, termasuk penguatan ketahanan pangan, digitalisasi sistem pembayaran, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama strategis ini dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif,” kata Agus.***







