Azhari Cage minta aparat tindak tegas pelaku kekerasan terhadap SPPG asal Aceh di Jawa Barat

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku tindak kekerasan terhadap warga asal Aceh yang bekerja sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajamandala Kulon 2, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (2/5).

“Kita minta aparat keamanan menindak tegas pelaku kekerasan terhadap warga Aceh yang menjadi Kepala SPPG di Cipatat. Jangan sampai kasus seperti ini terus terulang di masa depan,” kata Azhari Cage dalam keterangannya, di Banda Aceh, Senin.

Ia menyampaikan, dugaan tindak kekerasan berupa penganiayaan dan pengeroyokan terjadi terhadap seorang warga Aceh bernama Muhammad Khatami Maulana yang bertugas sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajamandala Kulon 2.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kata Azhari, peristiwa tersebut terjadi di area dapur tempat korban bekerja, saat korban tengah berada di lokasi bersama seorang penanggung jawab dapur (PIC) dari pihak mitra.

Situasi yang awalnya normal berubah menjadi aksi kekerasan ketika dua orang pria yang datang menggunakan kendaraan roda empat secara tiba-tiba melakukan penyerangan.

Bacaan Lainnya

Kemudian korban yang tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi kedatangan pelaku, justru menjadi sasaran kekerasan setelah pelaku gagal menemukan pihak yang dituju.

“Meskipun korban telah berupaya menjelaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan permasalahan yang ada, pelaku tetap melakukan tindakan kekerasan,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Azhari, korban mengalami luka fisik, terutama di bagian kepala, dan telah mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan pekerja serta pentingnya perlindungan hukum di lingkungan kerja.

Dari informasi awal yang dihimpun Azhari, insiden ini diduga berkaitan dengan persoalan pribadi antara pelaku dan pihak mitra kerja terkait proyek di luar aktivitas dapur. Selain itu, pelaku diduga datang dalam kondisi dipengaruhi alkohol.

Disebutkan, kedua pelaku diduga terdiri dari satu orangĀ oknum aparat dan seorang warga sipil, namun informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini, telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor setempat. Karena itu, diharapkan kepada aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan dan mendesak agar proses hukum berjalan secara adil tanpa pandang bulu,” tegas Azhari.

Dirinya kembali menegaskan bahwa makan bergizi gratis (MBG) merupakan program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Jika ada yang bertindak melawan hukum terhadap pekerja tersebut, berarti telah mengganggu program Presiden dan aparat harus mengambil tindakan tegas terhadap masalah ini.

“Saya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menghukum pelaku pengeroyokan warga Aceh yang jadi kepala SPPG di Cipatat Jawa barat,” demikian Azhari Cage.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *