Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Khalid mengatakan sepakat dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem yang menyatakan pemulihan Aceh harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur.
“Kita sepakat dengan gagasan ini dan memang seharusnya demikian.
Sebab pascabencana, sebagian besar masyarakat sudah hilang mata pencahariannya,” kata Khalid di Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).
Ia menyatakan, banjir bandang telah meluluhlantakan semua sektor usaha, terutama di bidang pertanian, perkebunan, dan perdagangan.
“Kondisi ini membuat masyarakat membutuh waktu untuk kembali bangkit.
Sebab sawah dan perkebunan sudah ditutupi oleh lumpur,” ujar politisi partai berlambang pohon beringin ini.
Karena itu, pernyataan Mualem menjadi penting untuk didukung secara kelembagaan.
Sebab, pemulihan ekonomi tanpa adanya pembangunan infrastruktur sama saja bohong.
“Pemulihan dua sektor ini harus sejalan agar ekonomi bisa tumbuh dengan cepat. Dengan begitu, kehidupan masyarakat bisa kembali normal,” tambah dia.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Mualem menyatakan pemulihan Aceh pascabencana harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur agar penghidupan masyarakat serta akses wilayah dapat kembali normal.
“Sementara sektor perumahan dan sosial menjadi fondasi dalam membangun kembali harapan dan masa depan masyarakat Aceh,” kata Mualem dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026) kemarin.(*)
