Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat
Banda Aceh | BidikIndonesia – Aceh memiliki 14 potensi bencana yang teridentifikasi dalam kajian risiko periode 2022–2026. Dari seluruh jenis bencana tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menempati peringkat tertinggi dari segi frekuensi kejadian.
Hal ini diungkapkan Analis Kebencanaan Ahli Muda sekaligus Sub Koordinator Kesiapsiagaan BPBA Aceh, Fazli, dalam dialog bersama RRI Banda Aceh. “Karhutla mendominasi catatan kami selama ini, sehingga upaya pencegahan dan mitigasi terhadap kebakaran lahan sangat relevan dengan tema ‘Bumi Kita, Langkah Kita’ hari ini,” ujarnya.
Fazli menekankan urgensi peran serta semua pihak, mulai dari TNI dan Polri hingga pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Ia berharap seluruh pemangku kebijakan proaktif meningkatkan kapasitas petugas lapangan, sekaligus mengedukasi warga di kawasan rawan agar siaga dan tanggap.[RRI]
“Monitoring dan pengawasan oleh komunitas lokal idealnya digerakkan sejak dini. Jika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, risiko karhutla dapat ditekan signifikan,” tegas Fazli.







