Aceh Timur|BidikIndonesia.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyatakan sebanyak 8.630 warga daerah tersebut keluar dari garis kemiskinan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Aceh Timur berkurang sebanyak 8.630 jiwa dalam kurun waktu satu tahun. Artinya, ribuan warga tersebut keluar dari garis kemiskinan,” kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky di Aceh Timur, Selasa.
Bupati menyebutkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Aceh Timur pada 2024 tercatat sebanyak 60,86 ribu jiwa atau setara dengan 13,26 persen dari total penduduk.
Namun, angka kemiskinan tersebut menjadi 52,23 ribu jiwa pada 2025 atau turun sebesar 11,24 persen. Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun terjadi penurunan sebanyak 8.630 jiwa penduduk miskin.
“Sementara dari sisi persentase, tingkat kemiskinan berkurang sekitar dua poin persen, sebuah capaian yang dinilai cukup positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat,” kata Iskandar Usman Alfarlaky.
Menurut Bupati, penurunan angka kemiskinan tersebut menjadi indikator membaiknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.
“Berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang menyentuh kebutuhan dasar warga,” kata Bupati.
Iskandar Usman Alfarlaky menyebutkan pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak dalam mendorong pembangunan daerah dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan kemiskinan, kata dia, tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan program yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Penurunan angka kemiskinan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, serta memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” katanya.
Iskandar Usman Alfarlaky menegaskan pemerintah daerah terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Secara umum, tren penurunan kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur sejalan dengan perbaikan kondisi sosial ekonomi di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Namun, Kabupaten Aceh Timur menjadi daerah yang mencatat penurunan cukup menonjol dalam periode tersebut.
Meski demikian, kata dia, tantangan masih tetap ada. Angka kemiskinan yang masih berada di atas 10 persen, menunjukkan pekerjaan rumah pemerintah belum selesai.
“Ke depan, konsistensi program, ketepatan sasaran bantuan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga tren penurunan ini,” kata Iskandar Usman Alfarlaky.







