2 Bulan Pascabanjir, Wabup Aceh Utara: Tumpukan Kayu Masih seperti Hari Pertama Bencana

Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyoroti lambannya penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Dia mencontohkan, tumpukan kayu di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, belum satu pun diangkut.

Saat ini masih tahap pembersihan lumpur dan belum rampung dikerjakan.

Selain itu, dia pesimistis hunian sementara (huntara) rampung sebelum Ramadhan 18 Februari 2026 mendatang.

Pasalnya, jumlah huntara yang harus dibangun dalam jumlah besar.

Bacaan Lainnya

“Secara kasat mata tidak semua huntara bisa selesai dan difungsikan.

Kami pemerintah daerah terus mendorong dan bekerja sama dengan BNPB untuk mempercepat pembangunan hunian,” ucapnya kepada wartawan di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).

Dia menyebutkan waktu tiga pekan terakhir tidak mencukupi untuk melakukan pembangunan huntara.

Namun, BNPB meyakini huntara bisa selesai sebelum Ramadhan.

Data Sudah Selesai Dia menyebutkan, pendataan korban banjir telah selesai dilakukan baik data korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Seluruh data sudah dikirimkan ke BNPB sehingga proses pembangunan pascabencana segera dilakukan.

“Kami dorong agar seluruh bantuan untuk korban banjir sebelum Ramadhan sudah selesai,” katanya.

Tumpukan Kayu Sisi lain, dia menyinggung tumpukan kayu pascabanjir belum diangkut di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Bahkan, dia mengeklaim di belakang rumahnya juga penuh kayu terbawa banjir.

“Sampai sekarang masih seperti hari pertama banjir. Belum tersentuh pun. Masyarakat pun belum memegang sepotong kayu itu pun. Sekarang baru pembersihan lumpur,” tuturnya.

Sekadar diketahui sebanyak 345 korban jiwa meninggal dunia dalam banjir pada 26 November 2025 lalu di Aceh Utara.

Jumlah ini sekaligus menempatkan Aceh Utara sebagai korban terbesar dalam bencana Sumatera.

Enam orang dilaporkan hilang hingga saat ini.

Sebanyak 33 ribu lebih masih mengungsi di 12 kecamatan dalam kabupaten itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *