LHOKSEUMAWE | bidikindonesia.com, Warga Gampong Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mengeluhkan kondisi jalan utama di desa mereka yang sudah bertahun-tahun rusak parah. Jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu kini terlihat seperti kubangan lumpur, terutama di beberapa titik yang semakin parah saat musim hujan. Padahal, kawasan tersebut berada di pesisir pantai yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Lhokseumawe.
Titik kerusakan terparah berada tepat di depan Masjid Darul Bahar. Para pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan. Salah satu warga, M. Jafar (60), mengaku kecewa dengan kondisi jalan tersebut.
“Jalan ini sudah rusak sejak bertahun-tahun lalu. Dibangun dari masa Orde Baru, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Sepertinya tidak ada perhatian dari pemerintah. Kami berharap agar jalan ini segera diperbaiki, meskipun hanya bersifat sementara, karena sudah banyak yang menjadi korban,” keluh M. Jafar.

Menanggapi keluhan warga, anggota DPRK Lhokseumawe dari Fraksi Nasdem, Puteh Usman Bintang, SE, mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut dalam rapat anggaran di DPRK.
“Kita sudah membahas ini dengan Sekda Lhokseumawe. Dalam waktu dekat, katanya akan segera ditangani. Tim teknis akan turun ke lokasi untuk survei, dan kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait pembangunan jalan ini,” ujar Puteh Usman Bintang. Jum’at, (17/01/2025)
Ia menegaskan bahwa perhatian khusus perlu diberikan agar tidak ada lagi korban yang jatuh akibat jalan rusak tersebut. Dalam bahasa daerah, ia menyatakan, “Tapi meunyo hana, peng Kee kuboh Keuno, peng aspirasi kukumpulkan ku peugoet jalan nyo, yang penteng ikee untoek masyarakat, nyan mantong.” pungkas Puteh Usman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, Safaruddin, ST, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi kerusakan jalan.
“Sudah kita pantau ke lokasi. Beberapa titik mengalami kerusakan. Kalau anggaran sudah turun, kita coba tangani untuk sementara agar lalu lintas lancar,” ujar Safaruddin, Jumat (17/1/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa penanganan kerusakan jalan akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing pihak. Jalan negara menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, jalan provinsi di bawah Dinas PU Provinsi, dan jalan kota berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
“Untuk jalan di Hagu Barat Laut, karena termasuk dalam program pembangunan jalan lingkar, sementara ini hanya bisa kami tangani sementara. Ke depan, kami akan lakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan dua jalur,” tutup Safaruddin.
Dengan adanya tanggapan dari berbagai pihak, warga berharap janji-janji tersebut segera direalisasikan, mengingat pentingnya jalan tersebut sebagai akses utama sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata di Kota Lhokseumawe.(Adv)







