Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Aceh menyerahkan bantuan buffer stok (stok penyangga) senilai Rp6,78 miliar untuk Kabupaten Aceh Utara sebagai upaya penanggulangan bencana di daerah setempat.
“Pemerintah Aceh komit untuk terus bersinergi dengan dalam proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” kata Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, di Banda Aceh, Senin.
Bantuan buffer stok tersebut diserahkan Fadhlullah kepada Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dalam penutupan rangkaian Peringatan Hari Milad ke-800 Samudera Pasai, di Aceh Utara.
Selain buffer stock, pemerintah Aceh juga menyerahkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Aceh Utara, berupa kursi roda, tongkat ketiak, tongkat empat kaki, serta alat bantu dengar.
Menyinggung musibah banjir yang baru dilalui Aceh Utara, Fadhlullah menyatakan bahwa bencana tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan ke depan harus tangguh, termasuk dalam hal kebencanaan.
“Pembangunan ke depan harus semakin tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Karena itu, dalam kesempatan ini, Fadhlullah berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat menjadikan Milad ke-800 sebagai titik tolak untuk menulis sejarah baru Aceh Utara.
Sejarah baru tersebut, kata dia, harus diisi dengan kebangkitan, persatuan, kemajuan ekonomi, kelestarian adat dan budaya, penguatan syariat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pasca dilanda bencana.
“Mari kita jadikan Milad ke-800 ini sebagai titik tolak untuk menulis sejarah baru Aceh Utara, tentang kebangkitan, persatuan, kemajuan ekonomi, kelestarian adat dan budaya, penguatan syariat, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga berpesan agar momentum bersejarah tersebut menjadi energi baru dalam membangun Aceh Utara dan Aceh secara umum untuk lebih maju, sejahtera, damai, dan bermartabat.
“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keberkahan, dan petunjuk kepada kita semua dalam membangun Aceh Utara dan Aceh yang lebih maju, sejahtera, damai, dan bermartabat,” demikian Fadhlullah.

