Longsor di Aceh Tengah, Bocah 9 tahun meninggal dunia dan 13 warga luka-luka

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Nazila bocah sembilan tahun meninggal dunia dan 13 warga lainnya luka-luka akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9).

“Korban meninggal dunia akibat tanah longsor sudah dibawa ke rumah duka di Kampung Paya Reje dan 13 warga luka-luka dirawat di Rumah Sakit RSUD Datu Beru,” kata Juru Bicara Pemkab Aceh Tengah, Mustafa Kamal saat dihubungi di Banda Aceh.

Ia menjelaskan saat musibah tanah longsor tersebut, di rumah Aliyah (74) warga  Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara sedang ada acara arisan keluarga yang di ikuti oleh anggota keluarga besar yang berdomisili di Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang.

Menurut dia,  saat ini seluruh korban akibat tanah longsor yang berasal dari tebing  di Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara yang menimpa rumah warga telah dievakuasi ke rumah sakit termasuk yang meninggal dunia telah dibawa ke rumah duka.

Adapun ke 13 korban luka-luka yakni Rosita (61), Nurjanah (51), Halimatus Sakdiyah (43), Anisa (7), Aliyah (74), Sapri (32) yang merupakan warga Kampung Sanehen.

Bacaan Lainnya

Kemudian tujuh lainnya yakni Sulis (39), Yuhana (39), Naumi (5), Sahri (27), Juraini (25), Raimah (55) dan Ruhdi (39) merupakan warga dari Paya Reje, Blang Gele, Genuren Bintang dan Paya Kolak Belang Jorong.

Menurut dia, tanah longsor dipicu hujan lebat tersebut juga terjadi di Jalan Takengon – Bintang tepatnya titik lokasi Pagar Merah yang berdampak badan jalan tertutup material longsor.

“Alhamdulillah sekitar jam 20.00 WIB jalan sudah dapat dilalui kembali,” katanya.

kemudian longsor juga terjadi di Jalan Pepalang-Berawang Gading sekitar Kampung Kuyun yang menutup badan jalan dan merusak jembatan Armco sehingga akses lumpuh.

“Longsoran sudah dapat dibersihkan namun jembatan belum dapat dilakukan perbaikan malam ini. Saat ini sedang diupayakan jembatan darurat,” katanya.

Ia menambahkan bencana tanah longsor tersebut mengakibatkan empat rumah warga rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *