Viral!, Mahasiswi Cantik di Lampura Sindir Pemerintah Lewat Kata-kata Saat Demo

Lampura, Bidikindonesia,- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Utara (Lampura) menggelar aksi damai tolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Rabu, 14 September, 2022.
Namun, aksi damai kali ini ada yang menarik menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya sebuah poster karton yang dibentangkan oleh salah satu mahasiswi massa aksi itu bertuliskan“Cewe : BBM naik bang, uang penepik sama sewa syila musik juga naik. Cowo : ya dek terjual tanah bapak”.
Berpenampilan elegan berbalut almamater IMM, mahasiswi berparas cantik itu berdiri paling depan menyuarakan aspirasinya melalui tulisan dikarton tersebut.
Sontak dirinya menjadi viral dimedia sosial Tiktok yang diunggah akun @rekypratama.official. Hingga kini, konten itu tembus 81.800 lebih tayangan dengan berbagai komentar netizen.
Belakangan diketahui mahasiswi berparas cantik itu bernama Yuni Oktaviani, prodi Hukum, Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Lampura.
Saat dikonfirmasi wartawan terkait motivasinya menulis kata-kata tersebut, Yuni mengatakan sebagai sindiran kepada pemerintah akan beban yang dirasakan masyarakat terkait kenaikan BBM.
“Sepertinya tulisan itu cocok untuk keadaan masyarakat dan banyak yang ngalamin gitu. Semua elemen masyarakat terbebankan karena kenaikan BBM, dari kalangan menengah ke atas saja mengeluh, apa lagi yang menengah ke bawah,” katanya.
Bahkan menurut Yuni Oktaviani yang kerap disapa Buyun itu menilai bantuan pemerintah belum sepenuhnya meringankan beban masyarakat lantaran kenaikan BBM tersebut.
“Kalau mau ngandelin Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak jalan hidup bang, tidak ada bantuannya buat biaya pernikahan,” jelasnya.
Pantauan wartawan, ratusan masa aksi memulai longmarch dari Kampus UMKO menuju kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura menyuarakan aspirasinya. Tidak lama berselang mereka melanjutkan orasi di Tugu Payan Mas, terakhir masa aksi menyuarakan tuntutannya di kantor DPRD setempat.
Ketua IMM Lampura, Firmansyah Atik mengatakan, aksi yang mereka lakukan menuntut lima poin gugatan, yaitu :
– Mendesak seluruh anggota DPRD Lampung Utara untuk bersikap dengan tegas melakukan penolakan kenaikan BBM bersubsidi dan meminta presiden membatalkan kebijakan kenaikan BBM.
– Menolak pasal-pasal yang bermasalah di undang-undang RKUHP.
– Mendesak pemerintah Kabupaten Lampung Utara agar memberikan solusi kepada seluruh masyarakat menengah terkait dampak kenaikan BBM.
– Mendesak pemerintah Lampung Utara agar segera berbenah dan memberikan solusi segera mungkin untuk memperbaiki perekonomian kabupaten Lampung Utara, karena Lampung Utara menjadi daerah termiskin dan terburuk dalam provinsi Lampung.
– Mendesak pemerintah Lampung Utara agar segera menindak tegas ASN Lampung yang melakukan tindak pidana korupsi.
Firmansyah Atik juga berharap tuntutannya segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, karena menurutnya aspirasi yang mereka suarakan mewakili jeritan masyarakat luas.
“Harapannya segera ditindaklanjuti, apa bila dalam waktu seminggu ini tidak di full up, maka kami dari IMM akan kembali menggelar aksi yang lebih besar dari pada ini,” tandasnya.
Mendengar aspirasi tersebut, Wansori, Ketua DPRD Lampura berjanji bakal memperjuangkan aspirasi maupun harapan masyarakat, hal itu disampaikannya melalui vidionya saat melakukan kunjungan kerja ke ibu kota Jakarta, sesuai tuntutan masa aksi IMM.
“Saya menerima aspirasi dari pada mahasiswa, dan kami akan menindaklanjutinya hingga pemerintah pusat. Kami juga fraksi Demokrat menolak tegas kenaikan BBM tersebut,” singkat Ketua DPRD Lampura.(Jaky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.