Unimal wisuda 1.247 lulusan, Brigjen TNI Ali Imran raih magister

Lhokseumawe|BidikIndonesi.com – Universitas Malikussaleh (Unimal) mewisudakan 1.247 lulusan angkatan ke-39, salah satu di antaranya Danrem Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, di Auditorium Tgk A Wahab Dahlawy, Kampus Unimal Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal, Azhari, mengatakan sebanyak 653 lulusan mengikuti prosesi pada hari pertama, dan sisanya 594 lagi ada hari kedua, Rabu (30/9). Dari jumlah tersebut, 429 lulusan meraih predikat dengan pujian.

“Sejumlah tokoh juga mengikuti prosesi wisuda. Brigjen TNI Ali Imran dikukuhkan sebagai lulusan Magister Manajemen. Ia saat ini menjabat Komandan Korem 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda. Selain itu, Senator DPD RI Azhari Cage juga meraih gelar Magister Administrasi Publik,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unimal, Prof Herman Fithra mengatakan, wisuda menjadi momentum bagi lulusan untuk menerapkan ilmu sekaligus memasuki fase kehidupan yang lebih luas.

“Ilmu harus berjalan bersama karakter, etika, dan tanggung jawab,” kata Herman.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan, kampus Unimal telah mencapai akreditasi unggul, dengan jumlah profesor yang kini  25 orang. Semua ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.

“Penguatan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Unimal untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia,” ujarnya.

Herman juga membekali lulusan dengan prinsip JITUFK, yakni jujur, inisiatif, tanggung jawab, berpikir luas, fokus, dan konsisten. Karena itu, ia meminta para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menerima ijazah, beradaptasi dengan perubahan, serta menjaga nama baik almamater.

“Jadilah alumni yang mampu menginspirasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Brigjen TNI Ali Imran mengatakan, pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan dalam menjalankan tugas.

“Memperdalam ilmu terapan seperti manajemen pertahanan, hukum, teknik militer, psikologi, hingga logistik yang sangat dibutuhkan dalam mendukung tugas pokok kedinasan,” katanya.

Menurut Ali Imran, pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan seseorang, terutama dalam menghadapi tuntutan tugas dan perubahan lingkungan serta perkembangan teknologi hari ini.

“Menghadapi perkembangan teknologi siber, kecerdasan buatan (AI), dan alutsista modern, prajurit dituntut memiliki kapasitas akademis yang mumpuni agar adaptif terhadap taktik perang modern. Jika ada waktu, timbalah ilmu setinggi-tingginya,” demikian Brigjen Ali Imran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *