Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar merumuskan tiga strategi untuk menghadirkan transportasi yang nyaman, tertib, lancar, dan aman bagi seluruh masyarakat.
“Ada tiga fokus utama yang kami lakukan guna menghadirkan transportasi yang nyaman, tertib, lancar, dan aman bagi seluruh masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh Besar Dodi Trisna di Lambaro, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) pada 17 September 2026.
Ia menjelaskan fokus pertama meliputi pengaturan dan pengendalian lalu lintas pada titik-titik yang memiliki volume kendaraan tinggi seperti di persimpangan, kawasan pasar, serta lokasi yang rawan terjadi kemacetan di antaranya di Simpang Tungkop Kecamatan Darussalam dan Persimpangan jembatan Cot Iri-Limpok untuk penanganan dalam jangka pendek
Kemudian kedua adalah memberikan perhatian khusus terhadap daerah rawan kecelakaan seperti pengaturan lalu lintas, pemasangan atau perbaikan rambu-rambu, marka jalan, penerangan, dan fasilitas keselamatan lainnya sesuai kewenangan.
“Kami melakukan pemantauan lapangan, mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan,” katanya.
Selanjutnya, fokus yang ketiga adalah meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, dengan melaksanakan razia gabungan penertiban kendaraan kelebihan dimensi dan over loading, khususnya kepada para pengendara kendaraan angkutan barang.
“Razia ini juga bagian memastikan para sopir selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kecepatan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Selain itu, Dishub Aceh Besar juga memperkuat koordinasi dan sinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan sesuai dengan kewenangan pelaksana jalan, serta pemangku terkait dalam menangani titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan.
“Keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pengguna jalan yang tertib dan berkeselamatan, bukan hanya ketika ada petugas, tetapi karena memang kesadaran dari diri sendiri.
Ia menambahkan, Semangat Hari Perhubungan Nasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi dan mewujudkan lalu lintas yang semakin aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Aceh Besar.

