Terdampak bencana, Pemerintah Aceh usul bantuan ternak

Aceh Barat|BidikIndonesia.com – Pemerintah Provinsi Aceh mengusulkan bantuan ternak pengganti bagi warga yang hilang akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

“Bantuan ini apakah dalam bentuk uang tunai, atau mekanisme lainnya, saat ini masih dalam tahap proses pembahasan,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, drh Safridhal.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 778.922 hewan ternak yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera. Untuk kategori sapi dan kerbau dengan rincian Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatera Utara 1.641 ekor dan Sumatera Barat 415 ekor.

Kemudian untuk ternak kambing dan domba, total terdampak mencapai 113.325 ekor terdiri atas Aceh sebanyak 110.159 ekor, Sumatera Utara 3.017 ekor, serta Sumatera Barat 149 ekor.

Selanjutnya, ternak unggas yang terdampak dengan total 622.154 ekor, terdiri atas 454.543 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumatera Utara, dan 50.726 ekor di Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

Safridhal menambahkan penurunan populasi ternak akibat bencana alam di Aceh dan dipengaruhi pola pemeliharaan ternak secara tradisional mengakibatkan pasokan daging lokal saat ini belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan pasar.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat Aceh saat ini masih harus mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Sejauh ini, sudah ada beberapa pelaku usaha dari wilayah Pidie, Aceh Besar, hingga Meulaboh yang mulai memasukkan ternak dari luar untuk menjaga ketersediaan daging di Aceh.

Di sisi lain, Safridhal mengatakan untuk mengembalikan angka populasi dan memenuhi kebutuhan daging masyarakat Aceh, Pemerintah Aceh pada tahun anggaran 2026 telah menganggarkan program pengadaan ternak.

Program pengadaan tersebut sekitar 17 hingga 18 paket yang tersebar di beberapa wilayah, mulai dari wilayah Timur Aceh hingga ke Aceh Besar.

Pemerintah Aceh juga berharap sektor peternakan bisa mendapatkan perhatian lebih pada masa pemulihan ini.

Pemerintah Aceh berharap pada penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahap kedua, Dinas Peternakan dapat menjadi salah satu prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *