ACEH UTARA | bidikindonesia.com — Sebanyak 40 da’i muda dari berbagai dayah di Kabupaten Aceh Utara mengikuti Training Impactful Public Speaking yang diselenggarakan oleh Tandaseru Indonesia, lembaga pengembangan potensi dan pelatihan profesional berskala nasional.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari penuh, pada 14–16 Oktober 2025, bertempat di MK Hotel, Lhoksukon.

Pelatihan ini mengusung pendekatan audiens-centered learning, yang menempatkan peserta sebagai pusat pengalaman belajar.
Sebagai narasumber utama, Lailan F. Saidina — Founder sekaligus Master Trainer Tandaseru Indonesia yang berlisensi Trainer Nasional BNSP RI — membagikan beragam teknik berbicara efektif, penguasaan panggung, serta strategi komunikasi dakwah yang relevan di era digital.
“Seorang da’i tidak hanya perlu menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan dengan cara yang menyentuh hati dan komunikatif. Public speaking adalah jembatan antara ilmu dan pengaruh,” ujar Lailan dalam salah satu sesi pelatihan.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara dengan HATHAR, organisasi yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia pesantren.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.M., menyebutkan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas santri dan alumni dayah agar mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang bagi pengembangan kompetensi santri. Kemampuan berbicara di depan publik akan memperkuat peran para da’i muda sebagai komunikator dakwah yang inspiratif dan berpengaruh,” ungkapnya.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan berupa:
Teknik berbicara efektif dan penguasaan panggung,
Pengelolaan emosi dan ekspresi,
Strategi komunikasi dakwah di era digital,
serta sesi praktik dan simulasi dengan evaluasi langsung dari trainer.
Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh sesi. Metode pelatihan yang interaktif, inspiratif, dan berbasis praktik lapangan menjadikan kegiatan ini berkesan dan aplikatif.
Salah satu peserta, Tgk. Ridha asal Geudong, menyampaikan kesannya,
“Kami diajarkan bukan hanya bagaimana berbicara, tapi juga bagaimana menyampaikan nilai-nilai dakwah dengan cara yang menarik dan menyentuh hati.”
Pelatihan ini turut difasilitasi oleh tim trainer internal HATHAR, yaitu Tgk. Zulfirman, M.Pd., selaku pendiri HATHAR, serta Tgk. Maulidin, M.H., Ketua HATHAR Aceh Utara, yang memberikan sesi motivasi dan pembinaan karakter bagi para da’i muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi da’i muda Aceh Utara yang mampu berdakwah dengan percaya diri, berwawasan luas, dan komunikatif, sejalan dengan visi Tandaseru Indonesia:
“Berdakwah dengan Hati, Membangun Karakter Negeri.”
—
Tentang Tandaseru Indonesia
Tandaseru Indonesia merupakan lembaga pengembangan potensi dan pelatihan profesional yang berfokus pada peningkatan kompetensi komunikasi, kepemimpinan, dan personal branding. Lembaga ini telah melatih ribuan peserta di berbagai daerah di Indonesia, baik dari kalangan lembaga pemerintah, dunia pendidikan, maupun organisasi sosial keagamaan.
—
Kontak Media:
Tandaseru Indonesia
Email: tandaseru_consulting@yahoo.co.id
IG: @tandaseruindonesia
Website: tandaseru.co.id
Kontak: 0852-6000-2223
