Kota Jantho|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Besar Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi berbagai persoalan krusial yang masih membelit masyarakat Aceh pascabencana. Kondisi di lapangan dinilainya semakin berat akibat kelangkaan LPG 3 kilogram, terbatasnya akses penerbangan, serta pemadaman listrik berkepanjangan.
Syech Muharram mengungkapkan, pasokan LPG 3 kilogram di Aceh Besar saat ini berada dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Meski Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah berkoordinasi langsung dengan Pertamina Patra Niaga selaku pihak yang bertanggung jawab atas distribusi, hingga kini belum terlihat adanya percepatan pengiriman ke wilayah terdampak.
Akibat keterbatasan gas bersubsidi tersebut, banyak warga terpaksa tidak bisa memasak. Sejumlah warung makan bahkan memilih tutup karena ketiadaan bahan bakar. Sebagian masyarakat mencoba beralih menggunakan kayu bakar, namun langkah itu dinilai tidak dapat dilakukan oleh semua orang dan bukan solusi jangka panjang.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berencana melayangkan surat resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Surat tersebut juga akan ditembuskan kepada Gubernur Aceh dan Presiden Republik Indonesia, dengan harapan adanya kebijakan khusus untuk mempercepat distribusi LPG bersubsidi ke Aceh.
Tak hanya persoalan energi, Syech Muharram juga menyoroti terbatasnya penerbangan rute Banda Aceh–Medan. Selama lebih dari dua pekan terakhir, jalur ini hanya dilayani satu penerbangan per hari. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat masuknya logistik, sementara stok kebutuhan pokok di Banda Aceh dan sekitarnya mulai menipis.
Ia berharap pemerintah pusat dapat menginstruksikan maskapai penerbangan untuk menambah frekuensi penerbangan, demi memperlancar arus barang dan mobilitas masyarakat ke wilayah terdampak bencana.
Masalah lain yang tak kalah serius adalah pemadaman listrik yang masih terjadi di banyak wilayah Aceh. Di Kabupaten Aceh Besar sendiri, listrik dilaporkan padam hingga empat malam berturut-turut. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya yang menyebutkan hampir seluruh jaringan listrik telah pulih.
Menurut Syech Muharram, situasi tersebut membuat kondisi Aceh belum bisa dikatakan aman. Banyak pelaku UMKM terpaksa menghentikan aktivitas usaha karena ketiadaan gas dan listrik, sementara jaringan komunikasi di beberapa wilayah juga masih terganggu.
Ia menegaskan, kesulitan hidup masyarakat kini semakin nyata. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja, warga harus berjuang keras di tengah keterbatasan yang ada.







