Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Satu dekade sudah Program JaminanKesehatan Nasional (JKN) berjalan di bawah pengelolaanBPJS Kesehatan. Dari waktu ke waktu, layanannya semakinnyaman dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi peserta Program JKN. Hal tersebut diungkapkanoleh Sofyan Hasbi (66), peserta JKN dari segmen PenerimaBantuan Iuran (PBI) Pemerintah. Ia menceritakanpengalamannya saat mendampingi anaknya, Siti Arifah (24), yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Prima Inti Medika (RS PIM) Aceh Utara.
“Anak saya dirawat inap karena mengalami demam tinggiatau dikenal dengan istilah febris, menggunakan layananJKN di RS PIM. Mulai dari ruang IGD, pelayanan, ruanganrawat inap, hingga informasi yang diberikan membuat kami merasa nyaman selama menjalani pengobatan,” ucap Sofyan Hasbi saat ditemui bersama Petugas BPJS Siap Membantu(SATU!) di RS PIM.
Febris dalam istilah medis adalah demam dengan suhu tubuhlebih tinggi dari rata-rata. Kenaikan suhu tubuh di atas normal tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi, kelelahan, dehidrasi, atau proses imun tubuh.
Sofyan menuturkan bahwa dari sisi administrasi, kemudahanlayanan sangat dirasakan. Ia cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja dan sudah dapat dilayani di fasilitas kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan RujukanTingkat Lanjutan (FKRTL).
“Sebelumnya, saat berobat di Puskesmas cukupmenunjukkan KTP saja. Begitu juga ketika dalam kondisigawat darurat membawa anak saya ke Instalasi GawatDarurat (IGD) RS PIM, langsung dilayani tanpa dipersulit. Rasanya mudah sekali,” ujar Sofyan.
Sebagai peserta dengan hak rawat inap kelas III, Sofyan mengaku puas dengan kenyamanan ruang rawat yang bersihdan rapi. Selama mendampingi anaknya, ia juga melihatbahwa dokter dan perawat memberikan pelayanan denganbaik serta profesional tanpa membeda-bedakan latarbelakang pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan.
“Ruang rawat inap di RS PIM sangat nyaman. Anak sayabisa fokus menjalani pengobatan, dan saya yang mendampingi pun dapat beristirahat dengan tenang. Informasi yang diberikan juga jelas, baik dari petugas rumahsakit maupun petugas BPJS SATU! yang melakukankunjungan ke ruang rawat inap,” pungkas Sofyan.
Dengan jaminan penuh dari Program JKN, pengobatan anakSofyan berjalan lancar tanpa beban biaya. Hal itumembuatnya bersyukur atas hadirnya program yang telahmemberikan perlindungan finansial bagi keluarganya.
“Kalau bayar secara mandiri pasti khawatir dengan besarnyabiaya pengobatan. Program JKN ini memberikan rasa amanbagi kami sekeluarga. Kami bisa fokus pada kesembuhantanpa perlu memikirkan biaya,” tuturnya.
Mengakhiri perbincangan, Siti Arifah yang saat ini masihmenjalani perawatan turut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada BPJS Kesehatan. Ia menilai Program JKN telah memberikan kemudahan dan perlindungan kesehatanbagi masyarakat luas.
“Terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan. BerkatProgram JKN, saya dan keluarga bisa berobat kapan sajasaat membutuhkan tanpa memikirkan beban biaya. Saya berharap program ini terus ada dan berkesinambungan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutup Siti Arifah penuh harap.
