Bidik Indonesia.com. Banda Aceh – IKA ALFA RAHMI yang kerap disapa Putroe Aceh, Wakil Direktur PT Media Bidik Indonesia Group menghadiri puncak acara Serikat Media Siber Indonesia Award 2026 yang digelar di Anjong Mon Mata, Sabtu malam 5 September 2026. Kehadiran perwakilan perusahaan media asal Aceh ini menjadi penegasan bahwa media lokal di Aceh juga berperan aktif dalam mendorong tata kelola media siber yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam Acara Tersebut Hadir Juga Mewakili Gubernur, M Syakir dan Walikota Banda Aceh, Walikota Lhokseumawe Dan Sabang bupati beberapa Bupati, dewan”, dan Kacap” bank , Ketum smsi Pusat Firdaus dan ketua Smsi Aceh dan kab/Kota.
Acara SMSI Award 2026 mengusung tema “Media Siber Tangguh, Demokrasi Kuat”. Sejak pagi hari, ratusan pimpinan redaksi, pemilik media, jurnalis, akademisi, dan pemangku kebijakan berkumpul di Pendopo Gubernur. PT Media Bidik Indonesia Group hadir sebagai salah satu anggota peninjau SMSI yang selama ini konsisten menjalankan verifikasi perusahaan pers sesuai standar Dewan Pers.
Kehadiran sebagai Bentuk Dukungan Ekosistem Media
Wakil Direktur PT Media Bidik Indonesia Group Putro tiba di lokasi pukul 18.30 WIB didampingi tim redaksi dan divisi hukum perusahaan. Dalam sambutan singkatnya di sela acara, beliau menyampaikan apresiasi kepada pengurus SMSI Aceh atas penyelenggaraan penghargaan tahunan ini.
“Kami datang bukan hanya untuk menerima ilmu, tapi juga untuk belajar dari media-media lain di seluruh Aceh. SMSI Award ini ruang untuk saling menguatkan. Media lokal seperti kami di Aceh punya tanggung jawab yang sama besarnya dalam menjaga ruang informasi tetap sehat,” ujarnya.
PT Media Bidik Indonesia Group menaungi portal berita dan media digital di wilayah Indonesia. Fokus pemberitaan perusahaan selama ini adalah isu pemerintahan daerah, ekonomi UMKM, pendidikan, dan budaya lokal. Kehadiran di SMSI Award 2026 dinilai strategis karena bertepatan dengan momentum evaluasi kinerja media siber menjelang tahun politik 2027.
Rangkaian SMSI Award 2026
SMSI Award tahun ini memasuki tahun ke-8. Berbeda dari tahun sebelumnya, panitia menambah 3 kategori baru: Media Siber Inovasi Layanan Publik, Jurnalisme Data Daerah, dan Konten Edukasi Anti Hoaks. Total ada 18 kategori yang dilombakan dan diikuti lebih dari 450 perusahaan media siber anggota SMSI dari 38 provinsi.
Pesan untuk Media Daerah
Dalam forum tertutup anggota SMSI yang digelar setelah award, Wakil Direktur PT Media Bidik Indonesia Group juga menyampaikan tiga catatan penting untuk penguatan media daerah:
*1. Penguatan SDM dan Legalitas*
Beliau menekankan bahwa banyak media di daerah yang masih berjalan tanpa struktur redaksi yang jelas. “Verifikasi Dewan Pers bukan beban. Itu tameng kita agar tidak disebut media abal-abal. PT Media Bidik Indonesia Group sudah 3 tahun terverifikasi dan itu membantu kami saat kerja sama dengan pemerintah dan swasta.”
*2. Model Bisnis Berbasis Komunitas*
Menurutnya, mengandalkan iklan Google saja tidak cukup. Media lokal harus membangun ekosistem sendiri. Contohnya, Bidik Indonesia Group mengembangkan layanan iklan UMKM, pelatihan jurnalisme warga, dan event media. “Pendapatan kami 40 persen sekarang datang dari kegiatan dan layanan, bukan hanya banner.”
*3. Jaringan dan Kolaborasi Antar Daerah*
Wakil Direktur mengusulkan pembentukan “Meja Redaksi Nusantara” di bawah koordinasi SMSI. Tujuannya agar berita daerah bisa saling bertukar dan naik ke skala nasional. “Berita banjir di Aceh bisa jadi pembelajaran untuk Kalimantan. Berita UMKM di Makassar bisa menginspirasi di Aceh. Kita butuh jalur distribusi itu.”
Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Ketua Umum SMSI yang hadir langsung.
Makna SMSI Award bagi Industri Media
SMSI Award 2026 bukan sekadar ajang penghargaan. Bagi pelaku media, acara ini menjadi barometer sehat tidaknya industri media siber. Dewan Pers dalam pidatonya menyampaikan bahwa tahun 2025-2026 adalah tahun paling menantang karena tiga hal: disinformasi berbasis AI, tekanan ekonomi, dan regulasi platform.
“Media yang bertahan adalah media yang punya prinsip. Kecepatan boleh, tapi akurasi jangan dikorbankan. SMSI harus jadi rumah yang menjaga itu,” kata perwakilan Dewan Pers.
PT Media Bidik Indonesia Group sejalan dengan pesan tersebut. Sejak berdiri, perusahaan menerapkan 3 prinsip editorial: cek dua sumber, hindari clickbait menyesatkan, dan beri ruang hak jawab. Redaksi juga rutin mengikuti pelatihan fact-checking bersama.
Agenda PT Media Bidik Indonesia Group Pasca Award
Usai menghadiri SMSI Award, perusahaan membawa pulang sejumlah agenda tindak lanjut:
1. *Peluncuran Bidik Data Lab*: unit baru untuk mengolah data APBD, stunting, dan kemiskinan di Aceh menjadi visualisasi yang mudah dipahami publik. Target launching Januari 2027.
2. *Kerja sama dengan 15 kampus*: program magang jurnalis dan dosen tamu untuk memperkuat konten edukasi.
3. *Sertifikasi wartawan*: menargetkan 80 persen wartawan perusahaan lulus uji kompetensi Dewan Pers pada 2027.
4. *Ekspansi ke media audio*: podcast “Bidik Pagi” dalam Bentuk Biones TV akan hadir setiap hari Senin-Jumat mulai November 2026.
Wakil Direktur menegaskan bahwa semua langkah ini dilakukan agar media tidak hanya menjadi corong, tapi juga solusi.
“Kami tidak ingin hanya meliput masalah. Kami ingin ikut mencari jalan keluarnya bersama narasumber, akademisi, dan masyarakat.”
Apresiasi dari Rekan Seprofesi
Beberapa pimpinan media lain yang hadir juga menyambut baik kehadiran PT Media Bidik Indonesia Group. Pemimpin Redaksi sebuah portal di Aceh menyebut bahwa interaksi dengan media dari Aceh membuka wawasan baru tentang peliputan konflik sosial dan perdamaian.
“Yang kami pelajari dari teman-teman Aceh adalah bagaimana menulis konflik tanpa memicu konflik baru. Itu penting sekali,” ujarnya.
Sementara itu, jurnalis muda dari Aceh Tamiang mengaku termotivasi melihat media dari Banda Aceh bisa masuk nominasi nasional. “Berarti media daerah punya peluang yang sama. Tinggal kita mau kerja serius atau tidak.”
Media Lokal, Tulang Punggung Informasi
SMSI Award 2026 ditutup pukul 22.30 WIB dengan pembacaan deklarasi bersama. Isinya adalah komitmen 8 poin, mulai dari menolak praktik jual beli berita, menolak penyebaran hoaks, hingga mendorong kesejahteraan jurnalis.
Bagi PT Media Bidik Indonesia Group, kehadiran di acara ini adalah langkah untuk memastikan suara media dari Aceh didengar dalam percaturan nasional.
Dengan semangat tersebut, PT Media Bidik Indonesia Group berharap bisa kembali hadir di SMSI Award tahun depan, bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai penerima penghargaan.
*Tentang PT Media Bidik Indonesia Group*
PT Media Bidik Indonesia Group adalah perusahaan media yang menaungi portal berita http://bidikindonesia.com dan sejumlah kanal daerah. Fokus utama perusahaan adalah jurnalisme layanan publik, pemberdayaan UMKM, dan literasi digital. Perusahaan telah terverifikasi Dewan Pers dan aktif sebagai anggota SMSI Provinsi Aceh.
*Tentang SMSI Award*
Serikat Media Siber Indonesia Award adalah penghargaan tahunan untuk perusahaan media siber anggota SMSI. Tujuannya mendorong profesionalitas, inovasi, dan keberpihakan media pada kepentingan publik.
