Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh mematangkan persiapan kolaborasi peran Garuda Spark Innovation Hub dan Banda Aceh Academy (BAA) untuk mengembangkan talenta digital dan technopreneur di kota setempat.
“Kita tadi membedah persiapan-persiapan baik secara konseptual maupun bagaimana kolaborasi program akan dilakukan nantinya,” kata Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan Nezar Patria usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal terkait pengembangan talenta digital di ibu kota provinsi Aceh itu, di Balai Kota Banda Aceh.
Peluncuran kolaborasi Garuda Spark Innovation Hub bersama BAA ini ditargetkan berjalan pada November 2026 setelah seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik itu pembangunan fisik, sarana dan prasarana, serta penyusunan paket program oleh Komdigi.
Nezar mengatakan, pembagian peran nantinya diarahkan agar Garuda Spark berfokus pada pembinaan technopreneur, sementara BAA memberikan pendidikan dan melatih keterampilan talenta.
“Garuda Spark bisa mengambil porsi lebih banyak untuk melakukan coaching technopreneur, sementara skill-nya masuk di pendidikan talent. Nanti kita bagi tugas, bagi fokus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan talenta digital hingga mampu menjadi pelaku usaha berbasis teknologi.
Nezar menilai, Aceh memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk sektor pertanian, perikanan, dan komoditas nilam.
“Bagaimana caranya bisa onboard di dalam platform digital sehingga reach-nya bisa jauh lebih luas dan global,” kata Nezar Patria.
Sementara itu, Direktur BAA, Almer mengatakan pengembangan BAA tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan dan sertifikasi, tetapi juga mencakup program magang, inkubasi bisnis, dan penempatan kerja.
“Tidak hanya vocational training dan sertifikasi, tetapi juga internship, business incubation, dan job placement,” katanya.
Kolaborasi BAA dan Garuda Spark diharapkan dapat menghubungkan pengembangan keterampilan talenta dengan pembinaan technopreneur dan inovasi digital.
“Sehingga, talenta muda di Banda Aceh memiliki peluang untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi,” demikian Almer.
