Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh meliburkan pelaksanaan pembelajaran di sekolah akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem yang terjadi. Para siswa dari satuan pendidikan di wilayah pemerintah kota (pemko) diminta belajar di rumah.
“Ya benar, siswa belajar di rumah, tetapi bukan daring. Libur total belajar mandiri di rumah selama tiga hari,” kata Kepala Disdikbud Banda Aceh, Sulaiman Bakri.
Dia menyampaikan alasan siswa tidak melaksanakan pembelajaran via daring dikarenakan kondisi kelistrikan yang bermasalah dan jaringan internet tak stabil dalam dua hari terakhir.
Instruksi resmi Disdikbud Banda Aceh tertuang dalam Surat Edaran Nomor 421/A6/4944/2025 tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Rumah bagi Satuan Pendidikan di Wilayah Kota Banda Aceh.
Surat tersebut mengacu pada prospek cuaca signifikan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh, serta hasil rapat khusus mengenai potensi darurat banjir yang dipimpin Wali Kota Banda Aceh.
Dalam surat edaran itu, pihak sekolah diingatkan untuk memantau kondisi bangunan, sarana prasarana, dan aktivitas siswa, terutama bagi satuan pendidikan berasrama. Orangtua atau wali murid diperkenankan menjemput anak jika merasa perlu.
Selain itu, jajaran Disdikbud, pengawas sekolah, dan kepala sekolah diminta melaporkan kondisi terkini terkait potensi musibah akibat hujan lebat dan angin kencang kepada atasan.
Disdikbud menegaskan kegiatan pembelajaran berikutnya akan diinformasikan melalui surat edaran lanjutan, tergantung evaluasi kondisi di lapangan.
Sulaiman menambahkan, jika situasi belum memungkinkan, durasi libur bisa diperpanjang sampai cuaca kondusif.
Tembusan surat edaran ini antara lain disampaikan kepada Wali Kota Banda Aceh, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Disdik Aceh, dan Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Banda Aceh.
Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan siswa dan warga sekolah di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan kerusakan infrastruktur di Kota Banda Aceh.
“Insyaallah minggu kita evaluasi kembali keadaan dilapangan kalau tidak memungkinkan belajar maka diperpanjang sampai keadaan kondusif,” ujar Kepala Disdikbud Banda Aceh.***
