Sabang|BidikIndonesia.com – Volume sampah di Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan selama bulan Ramadan hingga libur Hari Raya. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi.
Kabid Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan DLHK Kota Sabang, Muhammad Hendrik Friasayani, ST, MT mengatakan bahwa pada hari normal, sampah yang tertangani rata-rata mencapai 13 ton per hari. Namun, selama bulan Ramadan terjadi peningkatan menjadi sekitar 14 hingga 15 ton per hari.
“Ketika memasuki masa libur Hari Raya dengan jumlah tamu hampir mencapai 50.000 orang, otomatis terjadi penambahan sampah harian hingga sekitar 17 ton. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim kebersihan di lapangan,” ujarnya, Jumat 03 April 2026.
Menurut Hendrik, kawasan wisata menjadi titik penyumbang sampah terbanyak selama libur Lebaran. Salah satu lokasi yang mengalami lonjakan signifikan adalah kawasan Teupin Layeu yang dipadati wisatawan.
“Untuk mengatasi peningkatan ini, kami menambah armada truk di kawasan tersebut menjadi dua unit, yang sebelumnya hanya satu unit dengan frekuensi pengangkutan tiga hingga empat kali dalam seminggu. Upaya ini dilakukan agar penanganan sampah tetap optimal,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa seluruh personel dikerahkan secara maksimal selama periode lonjakan sampah. Armada yang diturunkan tetap berjumlah sekitar 13 unit dengan dukungan tenaga pengangkut sebanyak 50 hingga 60 orang.
Dengan kerja sama seluruh tim dan penambahan armada di titik-titik strategis, DLHK Kota Sabang berupaya menjaga kebersihan kota tetap terjaga. Masyarakat dan wisatawan juga diimbau untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.







