Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Pasee Gelar Aksi Damai di Lhokseumawe, Sampaikan 8 Tuntutan Nasional dan Daerah

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pasee menggelar aksi damai di halaman Gedung DPRK Lhokseumawe, Senin (1/9/2025). Foto: Dok bidik indonesia.

LHOKSEUMAWE | bidikindonesia.com, 01 September 2025 — Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pasee menggelar aksi damai di halaman Gedung DPRK Lhokseumawe, Senin (1/9/2025). Massa aksi menyampaikan delapan tuntutan penting yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

Aksi ini berlangsung tertib dan mendapat perhatian serius dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir langsung Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, dan Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal. Ketiganya duduk bersama massa aksi dan mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa.

Mewakili Koordinator aksi, Muhammad Hilal Sinaga, Muhammad Faidullah Akbar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh juga mahasiswa politeknik negeri lhokseumawe, dalam orasinya menegaskan bahwa kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan pajak, sangat memberatkan masyarakat. “Kami hadir di sini bukan untuk membuat kericuhan, melainkan menyuarakan aspirasi rakyat yang terdampak langsung oleh kebijakan pajak ini,” tegas Faidullah.

Selain menolak kenaikan pajak, aliansi juga menyampaikan delapan tuntutan resmi yang dituangkan dalam surat pernyataan dan diserahkan kepada DPRK serta perwakilan Wali Kota Lhokseumawe. Adapun poin-poin tuntutan tersebut yaitu:

1. Mendesak reformasi Polri dan pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Bacaan Lainnya

2. Menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

3. Menolak penambahan lima batalyon baru.

4. Mendesak penghentian kriminalisasi terhadap insan pers.

5. Menolak kenaikan pajak PBB di Kota Lhokseumawe.

6. Menolak kenaikan tunjangan DPR RI.

7. Menolak pemutaran film sejarah yang dianggap tidak sesuai fakta Indonesia oleh Menteri Fadli Zon.

8. Mendesak Pemerintah Aceh segera menyalurkan bonus atlet Aceh.

Surat tuntutan itu dibubuhi stempel resmi serta ditandatangani oleh perwakilan DPRK Lhokseumawe dan Wakil Wali Kota, menandakan bahwa aspirasi mahasiswa dan masyarakat telah diterima secara formal.

Menariknya, jalannya aksi berlangsung penuh keakraban. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah tidak hanya mengawal massa, tetapi juga aktif mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Wali Kota Sayuti Abubakar bersama Ketua DPRK Faisal menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui forum resmi pembahasan.

Dengan aksi damai ini, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pasee menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat. Mereka juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dalam skala lebih besar bila tuntutan tidak direspons secara serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *