Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) yang ditempatkan di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, menyampaikan paparan hasil kajian berupa policy brief sebagai salah satu bentuk output pembelajaran selama mengikuti program pemagangan yang telah memasuki bulan kelima. Hasil kajian tersebut sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan tata kelola pelatihan dan manajemen layanan organisasi, Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan ini menampilkan tiga kelompok peserta magang yang masing-masing memaparkan gagasan inovatif berbasis analisis kebijakan terhadap isu-isu strategis di lingkungan Pusjar SKMK. Paparan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus kontribusi nyata peserta dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan organisasi pemerintahan.
Kelompok pertama mengangkat isu tentang belum optimalnya sistem presensi pada kegiatan seminar aktualisasi, khususnya dalam Pelatihan Dasar CPNS. Mereka menyoroti permasalahan fragmentasi tautan absensi yang menyebabkan inefisiensi, risiko kehilangan data, serta rendahnya tingkat kepatuhan peserta. Sebagai solusi, kelompok ini merekomendasikan penerapan Central Hub berbasis QR Code yang terintegrasi melalui platform digital seperti Google Sites. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi human error, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan data kehadiran.
Kelompok kedua menyoroti rendahnya pemanfaatan fasilitas olahraga di lingkungan Pusjar SKMK. Meskipun sarana telah tersedia, kondisi aset yang kurang terawat serta lemahnya sistem pencatatan menyebabkan fasilitas belum dimanfaatkan secara optimal. Data menunjukkan bahwa sebagian fasilitas mengalami kerusakan, sementara tingkat pemanfaatan oleh pegawai masih rendah meskipun kesadaran akan pentingnya olahraga sudah tinggi.
Untuk mengatasi hal tersebut, kelompok ini merekomendasikan beberapa langkah strategis, di antaranya digitalisasi pencatatan penggunaan sarana, penetapan jadwal sport hour, serta penguatan budaya hidup sehat melalui penunjukan duta kebugaran (wellness ambassador) di setiap unit kerja.
Sementara itu, kelompok ketiga memaparkan pentingnya rekonseptualisasi ruang pembelajaran di Pusjar SKMK agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pelatihan skala besar. Saat ini, ruang pembelajaran dinilai sudah memadai untuk skala kecil, namun belum memiliki standar yang jelas untuk kapasitas besar hingga 100 peserta. Kelompok ini merekomendasikan pengembangan konsep ruang fleksibel melalui penggunaan partisi lipat akustik dan furnitur modular. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ruang tanpa mengurangi kenyamanan, serta tetap menjaga kualitas interaksi pembelajaran.
Kegiatan paparan ini mendapat apresiasi dari pihak Pusjar SKMK LAN RI, Kepala Pusjar SKMK Said Fadhil menyampaikan bahwa Inovasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan serta pengembangan sistem yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis teknologi.
Melalui kegiatan ini, peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga turut berkontribusi dalam menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan organisasi. Paparan policy brief ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara peserta magang dan instansi pemerintah mampu menghasilkan gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.







