Aceh Tamiang|Bidikindonesia.com – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 untuk Mempererat Silaturahmi Menggelar acara buka puasa bersama pada bulan suci Rahmadan 1447 H bersama puluhan awak media di Aula Hotel Emerald Garden, Medan, Sumatera Utara, pada Hari Senin (9/3/2026).
Dalam acara kegiatan dengan berkembangan jaman mengambil tema “Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan” ini dihadiri langsung oleh Officer Community Involvement and Development PHR Regional 1, Baskoro Adhi Pratomo. Turut hadir puluhan wartawan yang selama ini meliput di lingkungan kerja PT Pertamina EP Pangkalan Susu dan Rantau Field.
Baskoro Adhi Pratomo Dalam sambutan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran rekan-rekan media. Ia berharap momentum bulan suci Ramadan 1447 H ini dapat menjadi sarana memperkuat sinergi antara perusahaan PT.field pertamina Regional I dan insan pers.
”Kami sangat mengapresiasi dukungan rekan-rekan media yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi terkait industri hulu migas, khususnya mengenai kegiatan di Pertamina EP Rantau dan Pangkalan Susu,” ujar Baskoro.
lanjut, Baskoro memaparkan bahwa sepanjang periode 2025 hingga awal 2026, PHR Zona 1 telah mempublikasikan sebanyak 122 rilis berita yang mendapat dukungan penuh dari media massa. Kolaborasi yang solid ini dianggap sebagai kunci keberhasilan komunikasi publik perusahaan.
Selain itu, pihak Pertamina juga memberikan apresiasi khusus atas partisipasi jurnalis dalam ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP).
Alhamdulillah, pada tahun 2025, jurnalis dari wilayah kerja PHR Zona 1 berhasil meraih beberapa gelar juara, bahkan predikat Best of The Best. Bagi rekan-rekan yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Di sinilah pentingnya silaturahmi untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan,” tambahnya.
Menariknya, acara ini juga menyinggung tantangan media di era digital. Menanggapi isu bahwa jurnalisme terancam oleh kehadiran Artificial Intelligence (AI), Baskoro optimistis bahwa AI justru harus menjadi alat pendukung, bukan pengganti.
”Banyak yang meramalkan masa depan media berada di titik senjakala karena peran jurnalis digantikan oleh AI. Kami berharap ini hanya mitos. Kuncinya ada pada jurnalis itu sendiri untuk memanfaatkan AI guna memperkaya dan mempertajam kualitas berita,” tegasnya.
Sebagai bentuk adaptasi teknologi, sesi “ngabuburit” pada kegiatan tersebut diisi dengan sesi berbagi (sharing session) mengenai penggunaan AI dalam dunia jurnalistik praktis yang dipandu oleh narasumber Arifin. Acara kemudian ditutup dengan diskusi interaktif, doa dan buka puasa bersama penyerahan sembako secara simbolis.( poris )







