Prabowo Subianto Ungkap Gejolak Partainya Usai Memilih Gabung ke Kabinet Jokowi

Senin, 6 Februari 2023 – 13:59 WIB

VIVA Politik – Pemilu Presiden atau Pilpres 2019, menjadi pertarungan kedua bagi Prabowo Subianto dan Joko Widodo, setelah pada Pilpres 2014 keduanya juga bertarung. Namun setelah Jokowi resmi menjabat kedua kalinya, Presiden RI periode 2019-2024, Prabowo Subianto memilih ikut bergabung di dalam kabinet. Prabowo mengakui, ada yang tidak setuju dengan keputusan itu di internal Partai Gerindra yang dia dipercaya sebagai Ketua Umum.

Prabowo Subianto, mengakui keputusannya untuk bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, menimbulkan pro dan kontra dari sejumlah pihak. Bahkan dari internal partai dan kadernya partainya.

“Bahwa kami telah pernah rival dengan Pak Joko Widodo, tetapi di ujung demi kepentingan besar, Tanah Air yang kita cintai, beliau berjiwa besar mengajak saya dan saya tidak ragu-ragu menerima ajakan itu, walaupun mungkin ada di ruangan ini yang kurang mendukung saya pada saat itu. Benar? Benar enggak? Sekarang tidak. Tapi enggak apa-apa, itulah partai kita,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara perayaaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-15 di DPP kantor Partai Gerindra, Senin, 6 Februari 2023.

Menurut Prabowo, walaupun sempat terjadi perdebatan yang sengit di internal Partai Gerindra, namun akhirnya seluruh kader bisa mematuhinya. Sebab, ia selalu menanamkan doktrin kepada setiap kader agar percaya kepada pimpinan.

“Tapi begitu keputusan sudah diambil, semua patuh, kompak dan saudara-saudara ada suatu pengalaman saya puluhan tahun di tentara. Percayalah pada pimpinan, kalau kau tidak bisa percaya, berhenti, mengundurkan diri. Jangan mau dipimpin oleh orang yang kau tidak percaya,” kata Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan itu.

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo, Kepala BIN, Seskab, Menag dan Wagub Jatim

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo, Kepala BIN, Seskab, Menag dan Wagub Jatim

Photo :

  • Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden

Halaman Selanjutnya

Prabowo menganalogikan, kepercayaan kepada pimpinan itu seperti seseorang yang hendak naik kapal atau pesawat. Maka setiap penumpang harus mempercayakan kepada yang memimpin. Tidak menggerogoti yang membahayakan banyak orang.

img_title


source

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *