Perkuat Kerja Sama, UIN Ar-Raniry dan UEA Komitmen Bangun Masjid dan Gelar Konferensi Internasional

Perkuat Kerja Sama, UIN Ar-Raniry dan UEA Komitmen Bangun Masjid dan Gelar Konferensi Internasional
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang dibangun atas kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). (Gambar: Kementrian Agama RI)

Banda Aceh | Bidik IndonesiaUniversitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry terus memperkuat kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui dua program utama yang akan direalisasikan pada tahun 2025. Program tersebut mencakup pembangunan masjid baru serta penyelenggaraan konferensi internasional yang akan mengangkat tema kerukunan beragama dan investasi syariah.

Koordinator Bidang Advokasi dan Pendampingan Masyarakat, Media, dan Komunikasi Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama (PKMB) UIN Ar-Raniry, Asyraf Muntazhar, mengungkapkan bahwa komitmen antara kedua institusi telah terbentuk meskipun belum dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Konferensi internasional direncanakan berlangsung antara Idul Fitri dan Idul Adha, dengan mempertimbangkan kalender akademik agar tidak bertabrakan dengan masa perkuliahan dan ujian mahasiswa.

“Komitmen untuk melaksanakan konferensi internasional sudah ada, dan akan dilaksanakan setelah Idul Fitri sebelum Idul Adha. Kita juga melihat kalender akademik agar tidak bertabrakan dengan masa perkuliahan atau ujian mahasiswa,” ujar Asyraf.

Konferensi ini akan menghadirkan akademisi dan ulama dari berbagai negara dengan tradisi Islam moderat, seperti UEA, Mesir, dan Maroko. Sejumlah pejabat tinggi juga akan diundang, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama, serta duta besar dari kedua negara. Diharapkan, konferensi ini dapat menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai moderasi beragama serta peluang investasi berbasis ekonomi syariah.

Selain konferensi, kerja sama UIN Ar-Raniry dan UEA juga meliputi pembangunan masjid baru di lingkungan kampus UIN Ar-Raniry. Dukungan ini diberikan oleh UEA melalui Yayasan Khalifah Bin Zaid. Pembangunan masjid ini direncanakan akan dimulai dengan peletakan batu pertama yang bertepatan dengan penyelenggaraan konferensi internasional.

Bacaan Lainnya

“Masjid ini merupakan komitmen yang sudah siap untuk direalisasikan. Walaupun MoU-nya belum diteken secara resmi, komitmen sudah ada. Peletakan batu pertama masjid direncanakan bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi internasional,” jelas Asyraf.

Dari segi arsitektur, masjid ini akan mengusung perpaduan budaya Aceh dan Timur Tengah, mencerminkan hubungan erat kedua wilayah dalam sejarah Islam. Desainnya diperkirakan akan memiliki kemiripan dengan Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, yang memadukan unsur lokal dengan gaya arsitektur Timur Tengah dalam satu harmoni yang indah.

Pembangunan masjid ini tidak hanya akan menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol persaudaraan dan kerja sama akademik antara UIN Ar-Raniry dan UEA dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia. Asyraf berharap, proyek ini dapat semakin mempererat hubungan antara kedua institusi serta memberikan manfaat bagi mahasiswa, akademisi, dan masyarakat Aceh secara umum.

Kegiatan ini sejalan dengan misi UIN Ar-Raniry dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Pemilihan tema konferensi yang mencakup kerukunan umat beragama dan investasi syariah mencerminkan visi akademik serta nilai inklusivitas yang ingin dikembangkan melalui kerja sama internasional ini.[mia]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *