Peringati Hari Bakti Rimbawan 2026, DLHK Aceh Tekankan Kerja Ikhlas dan Tata Kelola Berkualitas

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Jajaran rimbawan di Provinsi Aceh melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 pada Senin, 16/03/2026. Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DLHK Aceh, Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.” Momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan yang merefleksikan nilai keikhlasan dan pengendalian diri dalam menjaga kelestarian hutan.

Upacara dihadiri oleh seluruh jajaran ASN DLHK Aceh serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Aceh, antara lain Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, serta Balai Perhutanan Sosial Medan (BPS Medan).

Bertindak sebagai Komandan Upacara Vebriyandri S. Abbas dari BBTNGL, petugas pengibar bendera Merah Putih M. Ravie P. Asnawi dari BBTNGL, Furkhan dari BKSDA, Ellysa dari BBTNGL serta dipandu oleh Rahmati, S.Ag sebagai pembawa acara dari DLHK Aceh. Dalam amanat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Ph.D., yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, ditekankan pentingnya modernisasi tata kelola kehutanan melalui pendekatan DSS (Digitalisasi, Sinergi, dan Simplifikasi).

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mewujudkan layanan kehutanan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. “Menjaga hutan adalah ibadah. Sebagaimana puasa melatih kita menahan diri, menjaga hutan juga mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan,” ujar Dr. A. Hanan saat membacakan sambutan Menteri.

Bacaan Lainnya

Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap 16 Maret merujuk pada berdirinya Departemen Kehutanan pada tahun 1983. Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus apresiasi atas dedikasi para rimbawan sebagai garda terdepan menjaga rimba Indonesia.

Usai pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Rimbawan akan dilanjutkan dengan berbagai aksi sosial dan lingkungan, seperti aksi donor darah, perlombaan olahraga dan pagelaran seni antarpegawai, serta kegiatan bakti lingkungan lainnya.

Melalui semangat tersebut, rimbawan Aceh berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian hutan demi terwujudnya lingkungan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *