Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menjadikan penundaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV dari 2026 ke 2027 karena pemulihan bencana dijadikan sebagai momentum tuan rumah untuk mematangkan persiapan acara olahraga terbesar di Aceh tersebut.
“Penundaan ini jadi kesempatan bagi Aceh Jaya sebagai tuan rumah untuk menyelesaikan berbagai persiapan yang dibutuhkan,” kata Wakil Bupati Aceh Jaya Muslem D. di Aceh Jaya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh bersama Pemkab Aceh Jaya selaku tuan rumah PORA ke XV resmi menunda event empat tahunan tersebut dari rencana awal di November 2026 ke Mei 2027. Keputusan tersebut diambil karena pemerintah ingin fokus pada pemulihan bencana Aceh.
Muslem mengatakan, keputusan penundaan PORA merupakan kebijakan yang bijaksana, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung pada sejumlah wilayah Aceh.
“Keputusan penundaan PORA merupakan kebijakan yang sangat bijaksana, di tengah kondisi pemulihan pascabencana Aceh,” ujarnya.
Menurut Ketua Umum PB PORA Aceh Jaya ini, penundaan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi kabupaten/kota terdampak mempersiapkan kontingen secara lebih optimal.
Tetapi, juga memberikan kesempatan bagi Aceh Jaya sebagai tuan rumah untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Ia menuturkan, sejauh ini Aceh Jaya telah menunjukkan keseriusan mempersiapkan diri sebagai tuan rumah melalui dukungan penganggaran.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,5 miliar dalam APBK 2027 untuk mendukung kesuksesan PORA.
“Selain pergeseran anggaran 2026, pada APBK Aceh Jaya 2027 juga telah dianggarkan Rp22,5 miliar untuk PORA. Ini merupakan bukti keseriusan Aceh Jaya sebagai tuan rumah,” katanya.
Dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat kesiapan Aceh Jaya, baik penyelesaian venue serta kebutuhan PORA lainnya.
Disisi lain, bantuan dari Pemerintah Aceh untuk penuntasan venue dan pemenuhan biaya kegiatan juga sangat diharapkan.
“Kita berharap tahun 2027 dapat menyediakan venue untuk 29 cabang olahraga, sehingga seluruh cabor dapat dipertandingkan dalam wilayah Kabupaten Aceh Jaya,” ujarnya.
Muslem berharap, pelaksanaan PORA di Aceh Jaya nantinya tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, melainkan juga memberikan manfaat jangka panjang terhadap perkembangan olahraga di Aceh.
“Mudah-mudahan PORA Aceh Jaya dapat berlangsung sukses dan meninggalkan legacy bagi generasi penerus olahraga Aceh,” demikian Muslem D.

