Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan dan Pertanian (DP2KP) melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Al-Hidayah Lampulo.
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rangka pemerintah kota Banda Aceh guna stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang penyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H – 2026 M,
Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E., menjelaskan. Gerakan Pangan Murah (GPM) tujuanya untuk meringankan beban masyarakat menjelang hari raya. “Pasar murah sangat dibutuhkan oleh masyarakat menjelang Idul Adha, karenanya kedepan akan terus kita laksanakan,” ujarnya.
menurutnya pasar murah pada hari ini adalah tindak lanjut yang sebelumnya di beberapa lokasi dengan menyediakan 1.200 paket pertempat sebagaimana di Gampong Lampulo juga menyediakan jumlah yang sama. Sasaran utama pelaksanaan GPM adalah untuk menekan kenaikan harga komoditas pangan yang cenderung meningkat menjelang hari raya.
Selain pasar murah, Pemko Banda Aceh juga mempersiapkan daging sapi dengan harga subsidi di pasar hewan pada hari Meugang. Tak hanya itu, pembagian daging kurban dari ASN Pemko Banda Aceh juga telah menjadi tradisi setiap tahunnya, yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu khususnya di pesisir pantai.
“Setiap Meugang Idul Adha, ASN Pemko Banda Aceh selalu berkurban. Namun, jumlahnya belum bisa dipastikan karena belum dilakukan rapat koordinasi,” jelas Illiza.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos, M.Si, menambahkan bahwa total akan ada 12 kali kegiatan GPM. “Kegiatan saat ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat menjelang Idul Adha,” katanya.
Sebelumnya, DP2KP telah melaksanakan GPM di Gampong Penteriek, Kecamatan Lueng Bata, dan Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, masing-masing dengan 1.200 paket. Dengan tambahan kegiatan di Gampong Lampulo, total sebanyak 3.600 paket telah terjual dalam dua minggu terakhir.
“Kegiatan di Lampulo merupakan yang kelima kalinya yang sebelumnya juga kita berjalan dengan provinsi Aceh sediakan 1000 paket.
Kedepan masih ada tujuh kali kegiatan lagi yang akan digelar di seluruh wilayah Kota Banda Aceh, terhitung sejak pelaksanaan awal pada bulan Februari 2026,” ucap Iskandar.
Adapun kegiatan GPM berkat dukungan kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan pihak ketiga lainnya.
Adapun paket yang disediakan terdiri dari beras 5 kg (Rp59.000), gula pasir 2 kg (Rp20.000), telur 1 papan (Rp40.000), dan minyak goreng 2 kg (Rp36.000) dengan total harga pasar Rp165.000. Melalui subsidi, masyarakat dapat membeli paket tersebut hanya dengan Rp50.000.







