Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya memprioritaskan pemulihan ekonomi pascabencana hidrometeorologi agar kehidupan masyarakat kembali normal.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Selasa, mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya membangun kembali rumah dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga perekonomian masyarakat yang menjadi sumber penghidupan.
“Pemkab Pidie Jaya memprioritaskan pemulihan ekonomi masyarakat di antaranya sektor pertanian, dan lainnya. Pemulihan tersebut sejalan dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” katanya.
Bupati mengatakan jajaran Pemkab Pidie Jaya terus mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui pemutakhiran data, pemantauan lapangan, serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Menurut dia, pemulihan pascabencana harus dilakukan terpadu. Pembangunan maupun perbaikan rumah tidak akan cukup apabila sumber mata pencarian masyarakat belum normal seperti rehabilitasi pertanian dan lainnya.
“Karena itu, pemulihan lahan pertanian dan tambak menjadi agenda yang terus dikawal, sehingga sumber mata pencarian masyarakat kembali berfungsi. Untuk pemulihan sektor pertanian, Pemkab Pidie Jaya menyediakan 9,27 ton benih jagung hibrida,” katanya.
Selain ekonomi, kata Bupati, Pemkab Pidie Jaya juga memprioritaskan layanan dasar masyarakat kembali pulih, seperti pendidikan dan kesehatan. Serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi pada masa transisi.
Untuk kebutuhan pangan, Pemkab Pidie Jaya telah menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa 34.020 kilogram beras kepada 6.804 jiwa penghuni hunian sementara asal Kecamatan Meureudu, masing-masing mendapatkan alokasi lima kilogram.
“Bantuan tersebut menunjukkan proses pemulihan tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi,” kata Sibral Malasyi.

