Lhokseumawe|BidikIndonesia.com – Pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh masih menghadapi sejumlah kendala. Dari total kebutuhan lebih dari 20.000 unit hunian, hingga kini baru sekitar 3.000 unit yang telah selesai dibangun. Sedangkan 6000 unit masih dalam proses pembuatan.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan realisasi pembangunan belum dapat berjalan maksimal. Menurut Murthalamuddin, salah satu kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah keterbatasan ketersediaan bahan bangunan. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap kecepatan proses pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.
“Kendala utamanya adalah bahan bangunan, khususnya rangka baja yang ketersediaannya memang terbatas,” ujar Murthalamuddin Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, rangka baja dan seng merupakan komponen penting dalam konstruksi hunian yang dibangun, sehingga keterbatasan pasokan material tersebut menyebabkan progres pembangunan berjalan lebih lambat dari target. Meski demikian, pihak Pos Komando Penanganan Bencana Aceh terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi atas hambatan tersebut. Upaya percepatan distribusi material terus dilakukan agar pembangunan dapat segera dilanjutkan.







