Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan pemerintah terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan listrik bagi korban banjir yang menempati hunian sementara (huntara) di Aceh.
“Kita tahu saat ini memang banyak masih kurangnya, tapi Insya Allah kita akan terus upayakan lebih sempurna, baik itu WC, air bersih hingga listrik,” kata Mualem, di Aceh Tamiang.
Pernyataan itu disampaikan Mualem saat meninjau huntara yang telah selesai dibangun untuk masyarakat korban banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam kunjungan tersebut, Mualem juga mendengarkan langsung aspirasi warga yang berharap biaya listrik selama menempati huntara tidak dibebankan kepada masyarakat terdampak bencana.
Mualem mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyediaan fasilitas huntara, mulai dari fasilitas sanitasi, air bersih hingga listrik, dan ini terus dicarikan solusinya.
Sejauh ini, Gubernur Aceh telah melayangkan surat kepada Dirut PLN untuk memperpanjang dukungan layanan listrik bagi masyarakat korban banjir yang masih menempati huntara.
Dalam surat itu, Mualem menjelaskan, berdasarkan perkembangan terakhir, dukungan layanan listrik tersebut segera berakhir pada Oktober 2026.
Sementara, masih terdapat masyarakat terdampak bencana yang tinggal di huntara karena pembangunan hunian tetap (huntap) belum seluruhnya selesai dan ditempati.
Mualem menambahkan, listrik tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung pendidikan, kesehatan, keamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Aceh berharap kepada PLN melanjutkan layanan listrik di huntara sampai masyarakat terdampak dapat menempati huntap dan kembali menjalani kehidupan serta aktivitas ekonomi secara layak dan mandiri.
“Keberlanjutan layanan listrik menjadi bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju pemulihan,” demikian Mualem.

