Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menekankan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Kerja (WK) Aceh untuk melibatkan warga lokal dalam kegiatan operasional hulu migas, sehingga masyarakat ikut merasakan manfaatnya.
“Kita mendorong KKKS agar kegiatan operasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui keterlibatan tenaga kerja, kontraktor lokal, dan program pemberdayaan tepat sasaran,” kata Kepala BPMA, Mawardi Nur, di Lhokseumawe, Aceh.
Pernyataan itu disampaikan Mawardi Nur usai meninjau WK B (Lhokseumawe-Aceh Utara) bersama jajaran Board of Commissioners (BOC) dan Board of Directors (BOD) PT Pema Global Energi (PGE).
Kunjungan tersebut, bertujuan untuk melihat langsung operasional, mengevaluasi progres kegiatan, serta mengidentifikasi tantangan dalam upaya meningkatkan produksi migas Aceh.
“Evaluasi progres kegiatan dan penyelesaian kendala operasional ini penting dalam rangka percepatan pencapaian target produksi migas nasional,” ujarnya.
Mawardi menuturkan, dalam rangka meningkatkan produksi migas, terdapat tiga agenda utama yang menjadi perhatiannya, yaitu percepatan pengelolaan sumur minyak masyarakat, lifting migas, serta penguatan peran pelaku usaha lokal dan sumber daya manusia (SDM) Aceh.
“Ketiga agenda ini membutuhkan kerja keras, sehingga Aceh dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional,” ujarnya.
Upaya ini, kata dia, sejalan dengan arahan Menteri ESDM untuk mengoptimalkan potensi hulu migas di Aceh, sehingga sumber daya alam dapat dikelola secara baik demi kesejahteraan masyarakat.
“Langkah ini juga sebagai bentuk dukungan mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional,” katanya.
Mawardi menambahkan, terkait pengelolaan sumur minyak masyarakat, sebelumnya KKKS di Aceh telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan koperasi/UMKM pengelola sumur minyak rakyat di Aceh terkait pembelian dari hasil produksi minyak rakyat Aceh.
“BPMA terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk mengawal tindak lanjut dari penandatanganan PKS sumur minyak masyarakat di Aceh tersebut,” tegas Mawardi Nur.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pema Global Energi (PGE), Firdaus Noezula menyampaikan bahwa kunjungan lapangan sangat penting bagi manajemen dan regulator untuk melihat langsung kondisi operasional serta memahami tantangan yang dihadapi tim.
“Bagi kami, ada tiga hal penting, yaitu profesionalisme dengan mengutamakan keselamatan dan lingkungan, kolaborasi dan sinergi, serta memastikan keberadaan PGE memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan PGE tidak hanya diukur dari capaian operasional, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat Aceh dan daerah.
“Karena itu, kita bersama BPMA terus memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan produksi migas, menjaga keselamatan dan lingkungan, serta meningkatkan kontribusi industri hulu migas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” demikian Firdaus Noezula.

