Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas SyiahKuala (USK) kembali menorehkan prestasi nasional denganmeraih penghargaan Best Innovation kategori Precision Agriculture dalam ajang FertInnovation Challenge 2025, kompetisi inovasi pertanian berskala nasional yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) melaluiIndonesia Agrichemical Research Institute (IARI).
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan awarding yang berlangsung pada Rabu 4 Februari 2026 di Ballroom Sei Selayur Lt.1, Gedung PT Pupuk Indonesia (Persero), Jakarta, yang dihadiri oleh jajaran direksi perusahaan, dewan juri tiapkategori, serta undangan dari kalangan inovator, peneliti, dan pelaku industri pertanian.
Tim dari Teknik Elektro USK yang meraih penghargaan initerdiri dari: Ilham sebagai Team Leader, Muhammad Faizilsebagai Product & Interface Designer, M Ghailan Dhiaulhaqsebagai Electrical Integration Specialist. Tim ini secaraintensif dibimbing oleh Aulia Rahman, ST., M.Sc, dosenpada Program Studi Teknik Elektro dan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, ST., M.Eng., dosen pada Program Studi Teknik Kimia. Keduanya merupakan dosen tetap pada FakultasTeknik Universitas Syiah Kuala yang sejak 3 tahun terakhirtelah berkolaborasi lintas disiplin dalam mengembang inovasiuntuk pengembangan talenta mahasiswa Fakultas Teknik USK sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Fertinnovation Challenge merupakan kompetisi inovasipertanian berskala nasional yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) untuk menjaring solusi teknologiterapan di sektor agro, pemupukan, dan pertanian presisi. Ajang ini mempertemukan inovator dari perguruan tinggi, peneliti, profesional, hingga startup untuk menghadirkaninovasi yang berpotensi diimplementasikan di lapangan.
Pada penyelenggaraan Fertinnovation Challenge 2025, kompetisi mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Panitia menetapkan empatkategori inovasi, yaitu Climate Resilience, AI-Driven Innovation, Plant Engineering, dan Precision Agriculture, dengan peserta berasal dari kampus, lembaga riset, sertaperusahaan rintisan teknologi pertanian dari berbagai daerahdi Indonesia.
Tahun ini tercatat 889 proposal inovasi masuk. Setelah tahapadministrasi dan kurasi awal, 552 proposal lolos tahapscreening, kemudian diseleksi bertahap melalui penilaianteknis, video pitching Top 20, hingga presentasi final Top 3 di hadapan para juri dan jajaran direksi.
Tim USK meraih peringkat pertama pada kategori Precision Agriculture dengan judul “NilamGuard: Multi-Sensor Fusion System untuk Deteksi Dini Penyakit Nilam, Precision Fertilization, dan Optimasi Minyak Nilam di Tingkat Petani’. Dalam inovasi teknologi ini yang mencakup sistempemantauan dan diagnosis kondisi tanaman dan tanah sertaproses pemupukan yang tepat dengan bantuan sensor akandapat membantu petani melakukan deteksi dini gangguantanaman dan mengevaluasi kondisi tanah sekaligusmemperoleh rekomendasi tindakan berbasis data secara cepatdan terukur di lapangan.
Ilham selaku ketua tim menjelaskan bahwa solusi tersebutdikembangkan dari permasalahan nyata yang dihadapi petanidi lapangan. “Ide ini kami kembangkan dari permasalahanyang ada di tingkat petani, di mana deteksi penyakit dan keputusan pemupukan masih banyak dilakukan secara visual dan subjektif. Kami mencoba menghadirkan alat bantuberbasis sensor dan AI agar keputusan budidaya bisa lebihpresisi dan berbasis data,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, menyampaikan apresiasi atascapaian tim mahasiswa Teknik Elektro tersebut dan menilaiprestasi ini sebagai bukti bahwa inovasi mahasiswa USK mampu bersaing di tingkat nasional dan relevan dengankebutuhan industri. Beliau juga menambahkan bahwakeberhasilan tersebut mencerminkan kualitas pembinaankemahasiswaan dan kolaborasi tim lintas kompetensi.“Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana sinergi antaramahasiswa, dosen pembimbing, dan ekosistem kompetisiinovasi dapat melahirkan solusi berdampak. Kami berharapcapaian ini memotivasi mahasiswa lain untuk beranimembawa ide ke level kompetisi dan implementasi.”
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. AlfiansyahYulianur BC, IPU., ASEAN Eng, menilai inovasi yang diusung tim memiliki potensi pengembangan lebih lanjutkarena berbasis kebutuhan lapangan. “Inovasi yang dikembangkan tim ini memiliki kekuatan pada aspek teknisdan relevansi penggunaan di lapangan. Pendekatan teknologipresisi untuk budidaya merupakan arah yang tepat, dan kami di fakultas siap mendorong pengembangan lanjutan sertakolaborasi riset terapan.”
Melalui program FertInnovation Challenge, PT PupukIndonesia (Persero) menargetkan lahirnya inovasi terapanyang dapat di-scale, diuji lapangan, dan diinkubasi untukmendukung transformasi sektor pertanian nasional sertapenguatan ekosistem inovasi agritech Indonesia. Selain hadiahbagi para pemenang yang telah diberikan saat awarding, Pupuk Indonesia membuka peluang inkubasi dan kolaborasilanjutan dengan nilai pendanaan hingga Rp 2 miliar untuk timyang layak agar inovasi terpilih dapat dikembangkan menjadisolusi industri. Tim USK berharap dan optimis dapat menjadisalah satu tim yang terpilih dalam proses seleksi lanjutan.







