Konsep Meja Makan Bebas Gadget, Penuh Dialog

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Meja makan tak hanya tempat berbagi lauk, tapi juga bisa jadi ruang membangun literasi digital. Pesan itu disampaikan Esti Wulansari, Duta Kesehatan Mental Aceh.

Menurut Esti, paparan konten digital yang tak terfilter jadi salah satu pemicu masalah kesehatan mental pada remaja.

“40% penyebab kematian dunia terkait masalah kesehatan mental, dan ini peringkat pertama,” ujar Esti

Esti mendorong konsep “Meja Makan Bebas Gadget, Penuh Dialog”. Tujuannya bukan melarang teknologi, tapi melatih anak dan orang tua memilah informasi bersama.

Esti mengibaratkan masalah seperti listrik. Kalau dialihkan atau dipendam, berbahaya. Kalau dialirkan lewat obrolan keluarga, jadi energi positif.

Bacaan Lainnya

Kata Esti 3 Aturan Praktis di Meja Makan:

  1. Cek Fakta Bareng: Kalau ada berita viral, bahas bareng saat makan. “Benar nggak ya? Siapa sumbernya?”
  2. Curhat Digital: Anak boleh cerita komentar negatif yang didapat di medsos. Orang tua dengarkan tanpa langsung menghakimi.
  3. Waktu Tanpa Layar 20 Menit: Fokus ke cerita hari ini, bukan notifikasi.

“Kesehatan mental itu krusial. Kita nggak bisa kontrol algoritma, tapi kita bisa kontrol dialog di rumah,” tegas Esti.

Ia menyebut, remaja sering menyembunyikan sedih dengan “topeng kegembiraan” di media sosial. Meja makan jadi tempat melepas topeng itu.

Data Kementerian Kesehatan 2022 juga mencatat 1 dari 20 remaja Indonesia terdiagnosis gangguan mental. Literasi digital keluarga dinilai bisa jadi pencegahan dini.

Esti mengingatkan, literasi digital bukan cuma urusan anak.

Orang tua juga perlu belajar. Jangan sampai kita ikut nyebar hoaks di grup WA keluarga..

”Ia mengusulkan sekolah dan gampong membuat program “Ngobrol Digital” sebulan sekali, ” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *