KKP rehabilitasi 90 dapur garam di Pidie Aceh

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merehabilitasi sebanyak 90 unit dapur produksi garam di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, guna meningkatkan produktivitas petani garam di daerah tersebut.

“Rehabilitasi dapur produksi garam sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan usaha garam rakyat dan percepatan peningkatan produksi garam nasional,” kata Sekretaris Jenderal KKP dan Perikanan Andy Artha Donny Oktapura di Pidie, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan Andy Artha Donny Oktapura ketika mengunjungi lahan produksi serta dapur garam yang dikelola masyarakat di Kabupaten Pidie.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga berdialog dengan unsur pemerintah daerah terkait penyuluh perikanan, dan kelompok usaha garam rakyat mengenai perkembangan usaha garam.

Andy Artha Donny Oktapura mengatakan ada sebanyak 90 titik dapur garam yang akan direhabilitasi. Dapur produksi garam tersebut tersebar di Kecamatan Kembang Tanjong, Kecamatan Simpang Tiga, dan Kecamatan dan Kota Sigli

Bacaan Lainnya

“Kami berharap dengan adanya rehabilitasi dapur garam ini, selain produksinya meningkat, petani juga lebih mendapatkan manfaatnya. Dan ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas petani garam di Aceh,” katanya.

Selain rehabilitasi dapur, KKP juga menyalurkan brine refinery system (BRS) atau mesin penyulingan dan pemurnian air tua sisa pengolahan garam menjadi air tawar yang aman atau produk turunan bernilai ekonomis untuk Kelompok Baro Hudep di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga.

Kemudian, sebanyak 180 unit tunnel garam geomembran yang disalurkan kepada sembilan kelompok usaha garam di Desa Cebrek, Desa Peukan Sot, dan Gampong Ara. Pembangunan saluran produksi garam sepanjang 2.150 meter di kawasan lahan garam Gampong Ara, Desa Pasi Ie Leubeue, dan Desa Keude Ie Leubeue.

“Serta pembangunan satu unit gudang garam rakyat di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga. Program pengembangan garam ini juga akan berlanjut pada 2027 untuk tahap selanjutnya,” katanya

Ia mengakui Kabupaten Pidie merupakan sentra produksi garam rakyat di Provinsi Aceh dengan capaian produksi pada 2025 sebanyak 5,7 juta kilogram. Produksi tersebut mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan garam di Provinsi Aceh.

Andy Artha Donny Oktapura berharap sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok usaha garam rakyat, semakin kuat, sehingga produktivitas, kualitas, dan daya saing garam rakyat kabupaten setempat terus meningkat.

Kami optimistis dengan sinergi para pihak ini mampu mendukung terwujudnya kemandirian garam nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama di Kabupaten Pidie,” kata Andy Artha Donny Oktapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *