BKKBN Aceh perkuat kemitraan gerakan orang tua asuh stunting

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperkuat kemitraan dengan semua pihak dalam mengoptimalkan gerakan orang tua asuh mencegah stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim di Banda Aceh, Senin, mengatakan gerakan orang tua asuh mencegah stunting bukan sekadar sebuah program, melainkan, gerakan bersama untuk memastikan keluarga yang membutuhkan mendapatkan dukungan dalam upaya mencegah dan menangani stunting.

“Pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kami membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, kami terus perkuat kemitraan gerakan orang tua asuh stunting,” katanya.

Safrina Salim juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas dukungan terhadap pelaksanaan gerakan orang tua asuh mencegah stunting. Dukungan tersebut menjadikan Pemerintah Aceh sebagai terbaik pertama Regional I Pekan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada Agustus 2026

“Dukungan dan capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam mendukung keluarga berisiko stunting,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, BKKBN Aceh menggelar sarasehan kemitraan program Genting yang diikuti 70 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha dan lainnya.

Sarasehan turut dihadiri Tenaga Ahli Utama Deputi III Kantor Staf Presiden RI Zahera Mega Utama, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Sama Husnan, dan sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya.

Tenaga Ahli Utama Deputi III Kantor Staf Presiden RI Zahera Mega Utama menekankan pentingnya kemitraan dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, termasuk penanganan dan pencegahan stunting di Provinsi Aceh.

“Kemitraan adalah kunci bagaimana menuntaskan permasalahan-permasalahan  seperti pencegahan dan penanganan stunting di Provinsi Aceh. Kami berharap kemitraan program gerakan pencegahan dan penanganan stunting di Provinsi Aceh terus diperkuat,” kata Zahera Mega Utama.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Sama Husnan menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh terhadap program Genting. Program tersebut dituangkan dalam surat edaran Gubernur Aceh.

“Saya berharap surat edaran tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi penggerak lahirnya aksi nyata di seluruh daerah,” katanya.

Husnan juga menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Aceh atas berbagai capaian di tingkat nasional, antara lain sebagai terbaik pertama Pekan Genting Regional I Nasional, pendataan keluarga tercepat se-Indonesia, serta berbagai capaian terbaik lainnya.

“Capaian tersebut tentu menjadi kebanggaan kita bersama sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat,” kata Husnan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *