Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Sejumlah warga dikejutkan dengan kobaran api yang tiba-tiba membesar dari tumpukan kayu sisa banjir di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu (27/5/2026) malam.
Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, dan Pemerintah Kota Lhokseumawe.
Salah seorang warga, M Yasir (40), mengatakan api terlihat membesar secara tiba-tiba di lokasi tumpukan kayu sisa banjir pada 26 November 2025 lalu. Tumpukan kayu tersebut berada di sisi Krueng (Sungai) Sawang dengan luas ditaksir mencapai lima hektare.
Kayu Mengering Selama Enam Bulan Menurut Yasir, kayu-kayu itu telah mengering selama enam bulan terakhir, sehingga sangat mudah terbakar. “Tadi pagi sempat berhasil dipadamkan, sehingga armada pemadam kebakaran telah pulang. Namun, asap masih keluar dari tumpukan kayu dan sebagian mulai mengeluarkan api lagi,” kata M Yasir.
Warga lainnya, Muhammad, menyebutkan luasnya area tumpukan kayu yang terbakar membuat proses pemadaman sulit dilakukan secara maksimal. Menurut dia, lokasi tersebut seharusnya disiram hingga benar-benar tidak lagi mengeluarkan asap.
“Kami duga, di bawah tumpukan kayu itu masih ada bara api. Sehingga terbakar lagi hingga sekarang,” katanya.
Warga Minta Kayu Dimusnahkan Muhammad berharap seluruh tumpukan kayu itu dapat segera diangkut dan dimusnahkan oleh pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jika tidak dimusnahkan, dikhawatirkan akan terbakar lagi, apalagi cuaca akhir-akhirnya sangat panas. Khawatir terbakar lagi dan merambat ke pemukiman penduduk,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, api membakar tumpukan kayu sisa banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Utara tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Polisi juga telah turun ke lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran.







